Berita

Presiden Iran, Mahmoud Pezeshkian/Net

Dunia

Israel Coba Bunuh Presiden Iran Selama Perang, Tapi Gagal

JUMAT, 11 JULI 2025 | 08:57 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Iran menuduh Israel melakukan upaya pembunuhan terhadap Presiden Iran Masoud Pezeshkian selama serangan militer terbaru di bulan Juni 2025. 

Klaim tersebut disampaikan oleh salah satu penasihat utama presiden, Sayyed Mehdi Tabatabaei, dalam wawancara eksklusif dengan media Al Mayadeen pada Kamis waktu setempat, 10 Juli 2025. 

Menurut Tabatabaei, Israel menargetkan pertemuan penting antara para pemimpin politik dan militer Iran, termasuk Presiden Pezeshkian, dengan serangan besar-besaran. 


Serangan itu terjadi pada fase paling intens dari agresi militer Israel terhadap Iran.

“Rezim pendudukan Israel mencoba membunuh Presiden Pezeshkian dalam sebuah ledakan besar saat menghadiri pertemuan militer tingkat tinggi,” ujar Tabatabaei.

“Itu adalah serangan yang jelas ditujukan pada kepemimpinan tertinggi kami,” tegasnya lagi.

Dalam aspek diplomasi, Tabatabaei menyampaikan sikap tegas Iran yang menolak kembali ke meja perundingan jika forum tersebut kembali dijadikan sebagai alat manipulatif oleh pihak Barat.

“Kami tidak akan berpartisipasi dalam negosiasi yang bertujuan melemahkan hak sah Iran,” tegasnya, merujuk pada kemampuan rudal dan program pengayaan nuklir Iran sebagai hak yang tak terbantahkan.

Tabatabaei juga menuduh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) bersikap tidak profesional dan penuh standar ganda.

“Kami tidak mempercayai Rafael Grossi. IAEA mengabaikan fakta dan bersikap diskriminatif terhadap program nuklir damai Iran,” kata dia.

Presiden Pezeshkian sendiri, dalam wawancara sebelumnya dengan jurnalis Amerika Tucker Carlson, mengonfirmasi bahwa dirinya memang menjadi target dalam serangan Israel di Iran pada bulan Juni.

Dalam panggilan telepon dengan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa pada Rabu malam, 9 Juli 2025, Pezeshkian menyampaikan bahwa kerja sama Iran dengan IAEA hanya akan dilanjutkan jika badan tersebut meninggalkan standar ganda.

“Kami punya sejarah kerja sama yang berprinsip. Tapi kalau diskriminasi ini terus berlanjut, kami tidak akan segan membalas setiap tindakan permusuhan dengan lebih kuat,” tegas Pezeshkian.

“Perilaku sembrono Israel merupakan sumber ketidakamanan global. Iran justru berkomitmen pada stabilitas dan dialog regional,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa pengayaan uranium adalah bagian dari identitas nasional Iran yang tidak dapat dihentikan oleh intimidasi atau kekerasan.

“Pengayaan adalah bagian dari budaya nasional kami. Ancaman atau pembunuhan tidak akan menghapus tekad rakyat Iran,” tegas Ghalibaf.

Ia juga menegaskan bahwa kemampuan rudal Iran adalah garis merah yang tidak untuk dinegosiasikan.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Pelajar Islam Indonesia Kutuk Trump dan Netanyahu

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Prabowo Tunjukkan Soliditas Elite Lewat Pertemuan dengan Mantan Presiden

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Bupati Pekalongan Dikabarkan Telah Jadi Tersangka Dugaan Benturan Kepentingan PBJ

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:45

Masihkah Indonesia Konsisten dengan Politik Luar Negeri Bebas Aktif?

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:43

KPK Buka Peluang Periksa BPN Depok soal Suap Lahan PT KD

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:38

Irak Ikut Pangkas Produksi, Harga Minyak Makin Naik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:21

Pertemuan Elite jadi Cara Prabowo Redam Polarisasi Politik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:15

Bursa Asia Anjlok, Kospi Jatuh Paling Dalam

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:51

Harga Emas Dunia Terkoreksi Gara-gara Dolar AS

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:41

Menaker Tetapkan Tenggat BHR Ojol 2026: Paling Lambat H-7 Lebaran

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:26

Selengkapnya