Berita

Menteri Sosial Saifullah Yusuf/RMOL

Politik

Mensos Minta Tambahan Anggaran Rp20,9 Triliun

KAMIS, 10 JULI 2025 | 19:01 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul meminta tambahan dana sebesar Rp20,9 triliun untuk tahun anggaran 2026.

Pasalnya, pada tahun anggaran 2026, Menteri Keuangan Sri Mulyani cuma memberikan dana Rp76 triliun kepada Kementerian Sosial (Kemensos).

Gus Ipul mengatakan, anggaran yang diberikan Menkeu Sri Mulyani turun 4,47 persen dibanding anggaran tahun 2025 sebesar Rp79 triliun lebih. 


“Pagu indikatif Kementerian Sosial tahun 2026 menurun Rp3 triliun lebih atau sekitar 4,47 persen dibandingkan anggaran tahun 2025 sebesar Rp79 triliun lebih,” kata Gus Ipul dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis 10 Juli 2025.

Adapun postur anggaran Kemensos tahun 2026 yakni pagu indikatif Rp76.380,882.787. Untuk program perlindungan sosial Rp75 triliun, program dukungan manajemen Rp768 miliar. 

“Postur anggaran pada pagu indikatif anggaran tahun 2026 difokuskan pada pemenuhan belanja bantuan sosial dan belanja mengikat seperti gaji pegawai,” kata Gus Ipul.

Ia menambahkan, pagu indikatif 2026 belum mencerminkan kebutuhan bantuan sosial jika terjadi bencana alam, atensi sosial, permakanan lansia, bantuan sosial yatim piatu, dan pemberdayaan atau graduasi. 

Untuk itu, Gus Ipul membutuhkan penambahan pagu anggaran tahun 2026 dengan urgensi penambahan anggaran dalam rangka penanganan kemiskinan terkait dengan pemenuhan kebutuhan dasar, peningkatan peranan sosial dan peningkatan pendapatan melalui program pemberdayaan

“Kami usulkan tambahan anggaran tahun 2026, sebesar Rp20.912.366.456.000 dengan rincian untuk Dirjen Rehabilitasi Sosial Rp5 triliun lebih, Pemberdayaan Sosial Rp4 triliun lebih, Perlindungan dan Jaminan Sosial Rp5 triliun, Sekretariat Jenderal Rp5 triliun, dan Inspektorat Jenderal Rp5,1 triliun lebih,” tutup Gus Ipul.




Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya