Berita

Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno/Ist

Politik

Tarif Trump 32 Persen, Eddy Soeparno: Diplomasi Presiden Prabowo jadi Relevan

KAMIS, 10 JULI 2025 | 18:22 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Setelah serangkaian diplomasi dan lobby pemerintah Indonesia untuk berupaya menurunkan tarif barang dari Indonesia ke AS, Presiden Donald Trump tetap memberlakukan tarif 32 persen. Tarif ini akan mulai berlaku pada 1 Agustus 2025 mendatang. 

Ketika beberapa pihak menyalahkan strategi diplomasi pemerintah yang dianggap gagal, Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menyampaikan pembelaannya terhadap strategi diplomasi Presiden Prabowo Subianto. 

Menurut Eddy, sejak awal Presiden Prabowo sudah membaca bahwa kebijakan tarif ini adalah bagian dari gelombang proteksionisme global pemerintahan Trump dan bukan refleksi hubungan bilateral Indonesia-AS yang sebenarnya. 


“Karena itu strategi Presiden Prabowo menjadi relevan yakni dengan menghindari eskalasi, menjaga hubungan diplomatik, dan di sisi lainnya fokus pada penguatan struktur ekonomi dalam negeri,” kata Eddy kepada wartawan, Kamis 10 Juli 2025.

Kata dia, langkah diplomasi Presiden Prabowo sudah tepat dengan tidak memilih langkah reaktif atau balasan tarif (retaliatory), karena hal itu justru akan memicu konflik dagang yang kontraproduktif. 

“Langkah diplomasi Presiden Prabowo tetap pada koridor multilateralisme menggalang dukungan dari negara-negara berkembang, memperkuat posisi di WTO, dan menjalin solidaritas dengan negara-negara BRICS dalam mewujudkan kebijakan ekonomi global yang lebih adil,” lanjutnya. 

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum PAN itu, di dalam negeri Presiden Prabowo fokus pada upaya memperkuat fondasi ekonomi dalam negeri dengan paket kebijakan deregulasi yang sudah dimulai dengan revisi Permendag 8/2024 agar pengaturan impor menjadi fleksibel dan tidak memberatkan pelaku usaha. 

Dia menjelaskan, sebagai antisipasi terhadap dinamika politik global, Presiden Prabowo juga terus mendorong diversifikasi pasar ekspor dan mempercepat transformasi industri dalam negeri agar Indonesia tidak terus bergantung pada pasar-pasar tertentu. 

"Bergabung ke BRICS bukan hanya langkah diplomatis tapi lebih dari itu merupakan upaya Presiden Prabowo memperluas pasar ekspor Indonesia ke negara-negara emerging market," tuturnya.

Ke depan, Eddy meyakini masih ada peluang bagi Indonesia untuk terus memperkuat langkah dalam melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat mengenai tarif Trump ini. 

“Sebagai pimpinan MPR kami mendukung langkah diplomasi Presiden Prabowo yang saat ini masih terus berupaya memanfaatkan window of opportunity melakukan pendekatan dengan pihak AS sampai dengan 1 Agustus nanti," pungkasnya.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya