Berita

Menlu AS, Marco Rubio/Net

Dunia

Menlu AS Jadi Korban Deepfake, Pejabat Dunia Diperdaya AI

RABU, 09 JULI 2025 | 10:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan peringatan global kepada seluruh kedutaan dan konsulatnya setelah terungkap adanya aksi penipuan yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menyamar sebagai Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Dalam laporan diplomatik bertanggal 3 Juli 2025 yang pertama kali dilaporkan oleh The Washington Post, disebutkan bahwa pelaku penipuan menargetkan sejumlah pejabat senior AS dan luar negeri. 

Modus yang digunakan termasuk pesan teks, obrolan melalui aplikasi Signal, serta pesan suara berbasis AI yang tampak meyakinkan.


“Departemen Luar Negeri mengetahui insiden ini dan saat ini sedang memantau dan menangani masalah tersebut,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri, Tammy Bruce, seperti dimuat Associated Press pada Rabu, 9 Juli 2025.

“Departemen menganggap serius tanggung jawabnya untuk menjaga informasinya dan terus mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan postur keamanan siber departemen guna mencegah insiden di masa mendatang," tambahnya. 

Sedikitnya tiga menteri luar negeri asing, seorang senator AS, dan seorang gubernur negara bagian telah dihubungi oleh pelaku yang menyamar sebagai Rubio. 

Sementara itu, seorang pejabat senior mengungkapkan bahwa meski teknik penipuan ini tidak terlalu canggih, tetap diperlukan kewaspadaan tinggi.

“Tidak ada ancaman siber langsung terhadap departemen dari kampanye ini. Tetapi informasi yang dibagikan dengan pihak ketiga dapat terekspos jika individu yang menjadi target dikompromikan," ungkap pejabat anonim tersebut. 

Penyalahgunaan AI dalam insiden ini memicu kekhawatiran akan meningkatnya ancaman keamanan di era digital. Fenomena ini juga bukan yang pertama. Pada Mei lalu, kepala staf Presiden Donald Trump, Susie Wiles, menjadi sasaran penipuan serupa.

Bahkan, baru-baru ini beredar video deepfake yang menampilkan Marco Rubio memberikan pernyataan palsu terkait akses Ukraina ke layanan internet Starlink. Video tersebut telah dibantah oleh pemerintah Ukraina sebagai tidak benar.

FBI sebelumnya telah mengingatkan publik mengenai meningkatnya penyalahgunaan AI oleh aktor jahat untuk menyamar sebagai pejabat senior pemerintah AS dalam upaya memperoleh informasi sensitif atau menciptakan kebingungan diplomatik.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

UPDATE

BEI Atur Strategi Dorong Saham RI Kembali ke Panggung Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 08:12

Kakak Beradik di Lubang Buaya Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Hanyut di Selokan

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:59

DPR Minta Transisi Tata Niaga Sawit Tak Korbankan Petani

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:41

Meksiko Siap Tampung Timnas Piala Dunia Iran

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:30

Bersih-Bersih FTSE Russell: Empat Saham Indonesia Didepak dari Indeks Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:21

STOXX 600 dan DAX Melonjak Berkat Meredanya Risiko Energi

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:03

Utang Kapal dari Inggris

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:46

Pemprov Papua Harus Punya Wewenang Beri Izin Tambang

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:23

Sembilan Tokoh Didapuk jadi Tim Formatur Kongres Kembali ke UUD 1945 Asli

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:59

Wagub Jabar Berharap Persib Bisa Bicara Banyak di Level Asia

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:39

Selengkapnya