Berita

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen), Mayjen TNI Kristomei Sianturi/Puspen TNI

Pertahanan

Penjelasan Mabes TNI Letjen Novi Balik ke Militer Setelah Nonjob

JUMAT, 04 JULI 2025 | 14:54 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Letnan Jenderal (Letjen) Novi Helmy Prasetya akan kembali berdinas aktif di lingkungan TNI setelah dicopot sebagai Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen), Mayjen Kristomei Sianturi menyampaikan alasan kembalinya Letjen Novi Helmy ke dinas militer meski sebelumnya telah dinonjobkan saat ditunjuk jadi Dirut Bulog.

"Letjen Novi Helmy telah memilih untuk tetap berdinas menjadi prajurit TNI. Atas dasar pertimbangan itu, dikaitkan juga dengan kebutuhan organisasi dan pembinaan personel sehingga TNI menerima kembali Letjen TNI Novi Helmy," kata Mayjen Kristomei, Jumat, 4 Juli 2025.


Kembali berdinasnya Letjen Novi di TNI disebut sebagai cermin ketaatan aturan perundang-undangan dan dedikasi terhadap institusi.

Nonjob Letjen Novi sebelumnya dilakukan saat ditunjuk sebagai Dirut Bulog pada awal Februari 2025.

Berdasarkan Pasal 47 UU 3/2025 tentang Perubahan atas UU 34/2004 tentang TNI, prajurit TNI yang ditugaskan di luar 14 instansi yang diatur undang-undang TNI harus mengundurkan diri/pensiun dini dari dinas aktif. 

Namun saat itu, Letjen Novi Helmy memutuskan untuk tetap melanjutkan pengabdiannya di lingkungan TNI.

Sementara pencopotan Letjen Novi sebagai Dirut Bulog ini tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-179/MBU/06/2025 tanggal 30 Juni 2025.

"Letjen Novi Helmy Prasetya kembali melanjutkan karier dan pengabdian di TNI," bunyi keputusan resmi yang diterima redaksi, Kamis, 3 Juli 2025.

Kini, posisi Letjen Novi di Bulog digantikan Prihasto Setyanto sebagai Plt sekaligus Direktur Pengadaan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya