Berita

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/RMOL

Bisnis

Sri Mulyani Sumringah Defisit APBN 2025 Diperlebar

KAMIS, 03 JULI 2025 | 22:02 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Anggaran (Banggar) DPR sepakat memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 menjadi Rp662 triliun atau setara 2,78 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka ini di atas ketetapan APBN 2025 sebesar Rp616,2 triliun atau 2,53 persen terhadap PDB.

Kesepakatan tersebut disampaikan langsung Wakil Ketua Banggar DPR Wihadi Wiyanto dalam rapat kerja bersama pemerintah di Gedung DPR, Kamis, 3 Juli 2025.


Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pelebaran defisit APBN menjadi instrumen penting menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak global yang belum mereda.

"Kami berterima kasih Banggar telah membahas dan menyetujui untuk defisit anggaran outlook sebesar 2,78 persen dari PDB," ujar Sri Mulyani.

Bendahara negara ini menilai pelebaran defisit dibutuhkan untuk mendukung program prioritas pemerintah sekaligus menjadi bantalan fiskal (shock absorber) dalam menghadapi ketidakpastian global.

Selain itu, Banggar DPR juga merestui penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) APBN 2024 sebesar Rp85,6 triliun. Dana cadangan ini akan dipakai untuk menekan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN), membiayai belanja prioritas, hingga menambal pelebaran defisit.

"Kami juga berterima kasih atas persetujuan untuk penggunaan Saldo Anggaran Lebih dalam mendanai defisit yang lebih besar," imbuh Sri Mulyani.

Berdasarkan data Kemenkeu, defisit APBN hingga semester I 2025 telah melebar menjadi Rp204,2 triliun atau 0,84 persen terhadap PDB. Sementara di semester II diperkirakan defisit Rp457,8 triliun atau 1,94 terhadap PDB.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya