Berita

Polri/Ist

Politik

Bantu Ketahanan Pangan, Tugas Polisi Bukan cuma Penegakan Hukum

RABU, 02 JULI 2025 | 22:15 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui bahwa polisi di desa-desa ikut terjun ke sawah membantu petani mengusir hama tikus.

Padahal, aksi ini sangat strategis di tengah ancaman ketahanan pangan nasional yang kian nyata akibat perubahan iklim, serangan hama, dan keterbatasan akses teknologi bagi petani kecil.

"Langkah nyata Polri ini sejalan dengan arah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mewujudkan Polri Presisi, yakni polisi yang hadir sebagai mitra kehidupan masyarakat, bukan sekadar penegak hukum konvensional," kata Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi dalam keterangan tertulisnya, Rabu 2 Juli 2025.


Di Desa Sembungharjo dan Karangharjo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, akhir Juni hingga awal Juli 2025 lalu, puluhan aparat Polsek, Koramil, perangkat desa, dan ratusan petani turun langsung ke sawah.

"Mereka tidak datang untuk razia atau pengamanan konflik, melainkan membantu membasmi hama tikus secara manual: menggiring, mengusir, dan menangkap ribuan tikus yang mengancam ladang padi dan jagung warga," kata Haidar.

Dalam satu hari gropyokan, hingga 600 tikus berhasil diamankan. Dalam skala lebih besar, lebih dari 20.000 ekor dibasmi dalam dua hari di area seluas 259 hektare. Hasil panen petani pun terselamatkan, dan kerugian akibat hama berkurang drastis.

"Kalau polisi turun ke sawah tanpa publikasi, tanpa sorotan media besar, dan hanya demi membantu rakyat kecil, maka itu bukan gimik. Itu pengabdian sejati," kata Haidar.

Menurutnya, masyarakat luas perlu tahu bahwa Polri tidak lagi hanya hadir di jalan raya, kantor, atau ruang sidang, tetapi juga di sawah, di antara lumpur dan jeritan panen rakyat.

Di balik kegiatan gropyokan itu, tersimpan tragedi yang sering luput dari perhatian nasional: banyak petani yang tewas karena tersengat jebakan listrik buatan sendiri untuk menangkap tikus. Di Grobogan, nyaris setiap tahun tercatat korban jiwa akibat kawat listrik yang dipasang mengelilingi sawah.

"Ketika polisi bilang: ‘jangan pakai jebakan listrik, kami bantu cara yang lebih aman’, itu bukan sekadar sosialisasi. Itu penyelamatan nyawa. Dan itu adalah wajah Bhayangkara sejati," kata Haidar.

Ia menilai, langkah edukatif semacam ini jauh lebih membekas ketimbang tindakan represif. Petani merasa ditemani, bukan ditakuti. Dan di situlah, terletak kekuatan moral dari polisi yang sadar perannya sebagai pelindung masyarakat dalam arti yang utuh.

Memperingati Hari Bhayangkara ke-79, ia mengajak semua pihak untuk menengok ke bawah: ke desa, ke lumpur sawah, ke tempat di mana polisi bekerja dalam senyap tanpa sorotan media. Di sanalah, katanya, kita bisa melihat wajah Polri yang sesungguhnya. Wajah yang dekat dengan rakyat.

"Gropyokan tikus bersama petani adalah perwujudan paling jujur dari Presisi itu sendiri: polisi hadir, bekerja, dan berdampak langsung tanpa menunggu headline," kata Haidar.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya