Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/Net

Dunia

AS Hentikan Sebagian Pengiriman Senjata ke Ukraina

RABU, 02 JULI 2025 | 14:25 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Amerika Serikat menghentikan sebagian pengiriman bantuan militer ke Ukraina di tengah memanasnya kembali konflik bersenjata antara Kyiv dan Moskow. 

Keputusan tersebut diumumkan Gedung Putih pada Rabu, 2 Juli 2025 dan disebut diambil demi mengutamakan kepentingan nasional AS.

"Keputusan itu diambil untuk mengutamakan kepentingan Amerika," ujar juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, seraya menambahkan bahwa langkah tersebut merupakan hasil dari peninjauan Departemen Pertahanan terhadap dukungan dan bantuan militer AS ke negara lain.


Sejak invasi besar-besaran Rusia terhadap Ukraina pada Februari 2022, AS telah menyalurkan puluhan miliar dolar dalam bentuk bantuan militer. 

Namun, meningkatnya kekhawatiran di kalangan pejabat pemerintahan Trump mengenai stok persenjataan dalam negeri yang mulai menipis, menjadi alasan utama penangguhan ini.

Menurut laporan Reuters,  rudal pertahanan udara dan amunisi presisi menjadi jenis senjata yang paling terdampak oleh penghentian ini. Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi dari pihak AS mengenai jenis bantuan militer yang dihentikan.

Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan, Elbridge Colby menyatakan bahwa Pentagon tetap memberikan alternatif kuat kepada Presiden Donald Trump untuk melanjutkan dukungan ke Ukraina.

"Departemen secara ketat memeriksa dan menyesuaikan pendekatannya untuk mencapai tujuan ini sambil juga menjaga kesiapan pasukan AS untuk prioritas pertahanan Pemerintah," ungkap Colby.

Keputusan penghentian bantuan ini muncul tak lama setelah Presiden Donald Trump bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di KTT NATO di Belanda pada Juni lalu. 

Dalam kesempatan itu, Trump memberikan jawaban yang tidak pasti ketika ditanya mengenai potensi tambahan sistem pertahanan udara Patriot untuk Ukraina.

"Kami akan melihat apakah kami dapat menyediakan beberapa di antaranya," kata Trump kepada BBC.

Mengomentari hubungannya dengan Zelensky, Trump menyebut: "Terkadang kami sedikit kasar, tetapi dia sangat baik."

Hubungan Trump dan Zelensky sempat menegang sebelumnya. Dalam pertemuan Oval Office pada Maret 2025, keduanya terlibat konfrontasi sengit, yang kemudian diikuti dengan penangguhan sementara bantuan militer dan pembagian intelijen ke Ukraina. Kedua kebijakan itu akhirnya dicabut kembali pada bulan berikutnya.

Menariknya, pada akhir April, AS dan Ukraina menandatangani perjanjian kerja sama yang memungkinkan AS mengakses cadangan mineral Ukraina sebagai imbalan atas bantuan militer.

Penangguhan bantuan AS dilakukan di tengah intensifikasi serangan Rusia. Akhir pekan lalu, Moskow meluncurkan salah satu serangan udara terbesarnya terhadap Ukraina sejak awal perang, menggunakan lebih dari 500 senjata, termasuk rudal jelajah dan drone.

Pada Selasa, 2 Juli 2025, Ukraina membalas dengan menyerang sebuah pabrik di kota Izhevsk, Rusia, menewaskan sedikitnya tiga orang. Kota tersebut terletak lebih dari 1.000 km dari perbatasan Ukraina.

Saat ini, Rusia menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina, termasuk Krimea yang dianeksasi sejak 2014. Pemerintah Ukraina sendiri hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait keputusan AS menghentikan sebagian bantuan senjatanya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Intelijen AS: Iran Bakal Perpanjang Perang untuk Goyang Trump di Pemilu Sela

Minggu, 06 September 2026 | 16:27

Pengunjung Lampung Financial Festival 2026 Antusias Jajal Layanan Digital BNI

Minggu, 06 September 2026 | 16:06

Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan Malaysia Airlines ke Jakarta Dibatalkan

Minggu, 06 September 2026 | 15:51

Debu Vulkanik Tebal Selimuti Bandar Lampung

Minggu, 06 September 2026 | 15:36

Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe Iran dalam Waktu Dekat

Minggu, 06 September 2026 | 15:25

Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran Berpeluang Ditolak MK

Minggu, 06 September 2026 | 14:49

Denmark Tegaskan Dukungan Terhadap Otonomi Sahara Maroko

Minggu, 06 September 2026 | 14:18

BNPB Gencarkan OMC Redam Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau di Jakarta

Minggu, 06 September 2026 | 14:12

Pemantauan Kualitas Udara Diperketat Antisipasi Dampak Sebaran Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 | 14:06

Produk Impor Masuk RI Wajib Halal

Minggu, 06 September 2026 | 14:01

Selengkapnya