Berita

Presiden AS Donald Trump mengunjungi pusat penahanan migran sementara Alligator Alcatraz di Ochopee, Florida, pada tanggal 1 Juli 2025/Net

Global

Trump Bangun Pusat Migran Alligator Alcatraz, Kabur Siap Disantap Buaya

RABU, 02 JULI 2025 | 10:47 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meresmikan pusat penahanan migran baru yang dijuluki “Alligator Alcatraz” di Florida Everglades, sembari membanggakan kerasnya kondisi fasilitas tersebut.

Lokasi penahanan ini dibangun di atas bekas landasan udara yang tidak digunakan lagi, dan dikelilingi oleh rawa-rawa yang menjadi habitat alami buaya dan ular berbisa.

Dalam kunjungannya, Trump menyatakan bahwa fasilitas ini akan menjadi simbol ketegasan pemerintahannya dalam menghadapi gelombang migrasi ilegal.


“Segera fasilitas ini akan menampung beberapa migran yang paling mengancam, beberapa orang yang paling kejam di planet ini,” ujar Trump kepada wartawan, seperti dimuat AFP pada Rabu, 2 Juli 2025.

Trump juga mengomentari lingkungan ekstrem sekitar fasilitas itu, dengan mengatakan:

“Fasilitas dikelilingi oleh rawa-rawa berbahaya sepanjang bermil-mil dan satu-satunya jalan keluar adalah deportasi," ujarnya.

Fasilitas senilai 450 juta dolar AS tersebut awalnya dirancang untuk menampung 1.000 orang, namun dapat diperluas hingga kapasitas 5.000 orang. Ketika meninjau bangsal tahanan yang terdiri dari tempat tidur susun di balik pagar logam, Trump menyindir dengan gaya khasnya.

“Banyak pengawal dan banyak polisi yang berbentuk buaya. Anda tidak perlu membayar mereka terlalu mahal. Saya tidak ingin berlari melewati Everglades terlalu lama. Itu akan membuat orang-orang tetap berada di tempat yang seharusnya," kata dia.

Presiden berusia 79 tahun itu juga tak segan melontarkan candaan soal nasib pelarian dari kamp penahanan.

"Saya kira begitulah konsepnya. Jika mereka kabur dari penjara, bagaimana cara lari. Jangan lari dalam garis lurus. Lari seperti ini. Peluang Anda naik sekitar satu persen," kata Trump saat ditanya apakah buaya dan ular akan menjadi penjaga alami kamp.

Namun di balik candaan, Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait imigrasi. Ia mengungkapkan keinginannya untuk mendeportasi tidak hanya migran tak berdokumen, tetapi juga penjahat yang telah dinaturalisasi sebagai warga negara Amerika.

"Ini kontroversial, tetapi saya tidak peduli,” tegasnya.

Ia juga menyebut kebijakan pendahulunya, Joe Biden, sebagai penyebab masuknya migran yang ia gambarkan secara keliru sebagai geng kriminal sadis.

Kunjungan Trump ke “Alligator Alcatraz” disambut demonstrasi para aktivis HAM dan lingkungan. Pusat penahanan itu dibangun di kawasan konservasi Everglades yang dikenal sebagai rumah bagi sekitar 200.000 ekor buaya.

Kelompok lingkungan memperingatkan bahwa pembangunan fasilitas ini dapat mengganggu ekosistem yang rentan. Serangan buaya terhadap manusia memang jarang terjadi, namun para ahli menyatakan bahwa risiko terhadap tahanan dan pekerja tidak bisa diabaikan.

Gubernur Florida Ron DeSantis, yang turut hadir dalam acara peresmian, menegaskan komitmen pemerintah negara bagian dalam mendukung kebijakan federal.

“Kami ingin memangkas birokrasi untuk menyelesaikan pemindahan imigran ilegal ini,” kata DeSantis.

Trump juga menegaskan bahwa rencananya untuk membuka kembali penjara legendaris Alcatraz di San Francisco masih berjalan.

“Pekerjaan konseptual dimulai enam bulan lalu, dan berbagai firma pengembangan penjara sedang mempertimbangkan untuk melakukannya bersama kami. Masih terlalu dini, tetapi sangat menjanjikan!” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

Langkah-langkah Trump tersebut semakin menguatkan citra kerasnya menjelang pemilihan presiden, meski terus menuai kritik tajam dari kelompok hak asasi manusia, lingkungan, hingga pemerhati kebijakan imigrasi.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya