Berita

Anak-anak Palestina menunggu di titik distribusi makanan di Nuseirat, di Jalur Gaza tengah, pada 23 Juni 2025/Net

Global

Israel Bunuh 580 Warga Gaza Saat Antre Bantuan

SENIN, 30 JUNI 2025 | 15:47 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kantor Media Pemerintah Gaza mengungkapkan data mengejutkan terkait kekerasan yang terus berlangsung di Jalur Gaza. 

Sebanyak 580 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 4.200 lainnya terluka akibat tembakan langsung dari pasukan Israel saat mereka sedang mengantre untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan.

Dalam pernyataan resminya pada Senin, 3o Juni 2025, pihak berwenang Palestina mengutuk keras tindakan pasukan Israel yang menyerang warga sipil tak bersenjata di berbagai lokasi distribusi bantuan.


"Kami mengutuk serangan pasukan rezim yang sedang berlangsung terhadap warga Palestina yang mencari bantuan di seluruh wilayah tersebut," ujar Kantor Media Pemerintah Gaza, seperti dimuat Middle East Monitor.

Mereka juga menuding Israel dan negara-negara pendukungnya yakni Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Jerman bertanggung jawab secara hukum dan moral atas apa yang disebut sebagai pemusnahan sistematis terhadap warga sipil Gaza.

“Israel dan sekutunya, khususnya AS, Inggris, Prancis, dan Jerman, secara hukum dan moral bertanggung jawab atas dukungan mereka terhadap pemusnahan sistematis warga sipil di Gaza,” lanjut pernyataan itu.

Kantor berita tersebut mendesak masyarakat internasional untuk segera bertindak, dengan menekan Israel agar membuka perlintasan ke Jalur Gaza, mencabut blokade, serta mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan secara bebas dan aman.

“(Kami) mendesak masyarakat internasional untuk menekan Israel agar membuka perlintasan Gaza, mencabut blokade, dan mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan segera sebelum terlambat,” tegas mereka.

Pernyataan ini muncul setelah laporan dari media Israel yang menyebut bahwa tentara Israel secara sengaja menembaki warga Palestina yang sedang mengantre bantuan, berdasarkan perintah dari komandan mereka.

Kecaman juga datang dari badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang menggambarkan sistem distribusi makanan buatan AS-Israel di Gaza sebagai "perangkap maut".

Sementara itu, sebuah studi baru yang dilakukan oleh tim peneliti yang dipimpin Profesor Michael Spagat dari Universitas London dan ilmuwan politik Palestina Khalil Shikaki mengungkap bahwa hampir 100.000 warga Palestina telah tewas sejak pecahnya konflik besar pada Oktober 2023. 

Studi ini berdasarkan survei terhadap sekitar 2.000 rumah tangga di Gaza, yang mencakup hampir 10.000 individu.

Para peneliti memperkirakan hingga Januari 2025, sekitar 75.200 orang tewas akibat kekerasan langsung, sebagian besar disebabkan oleh amunisi Israel, dan 8.540 lainnya meninggal akibat kelaparan, penyakit, serta sebab-sebab tak langsung lainnya.

Kementerian Kesehatan Gaza sebelumnya mencatat lebih dari 10.000 korban jiwa tambahan sejak Januari, yang menambah total jumlah kematian menjadi hampir 100.000 jiwa, memperkuat temuan studi bahwa angka resmi masih belum mencerminkan besarnya skala tragedi kemanusiaan di Gaza.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya