Berita

Turis menyejukkan diri di bawah mesin pendingin di Valencia, Spanyol pada hari Minggu, 29 Juni 2025/Net

Dunia

Gelombang Panas Landa Eropa, Spanyol Catat Rekor Suhu 46°C

SENIN, 30 JUNI 2025 | 11:22 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Gelombang panas ekstrem terus mencengkeram sebagian besar kawasan Eropa, dengan suhu melonjak hingga ke tingkat yang membahayakan kesehatan publik. 

Di Spanyol, rekor suhu baru tercatat sebesar 46 derajat Celsius di kota El Granado, menjadikannya bulan Juni terpanas dalam sejarah negara tersebut, menurut badan meteorologi nasional Spanyol.

Wilayah selatan Spanyol, seperti Seville dan daerah sekitarnya, menjadi daerah yang paling terdampak, dengan suhu konsisten berada di kisaran pertengahan 40 derajat Celsius.


"Ini akan menjadi bulan Juni terpanas yang pernah tercatat," kata otoritas cuaca nasional Spanyol dalam pernyataan resminya, seperti dimuat AFP pada Senin, 30 Juni 2025.

Pemerintah setempat telah mengeluarkan peringatan kesehatan, termasuk peringatan panas merah di beberapa wilayah, seiring dengan dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat. 

Di Barcelona, seorang petugas kebersihan jalan dilaporkan meninggal dunia usai bekerja di tengah suhu ekstrem pada hari Sabtu, 28 Juni 2025. Pihak berwenang kini tengah melakukan penyelidikan atas insiden tersebut.

Kondisi serupa juga terjadi di Italia, di mana rumah sakit dan layanan darurat melaporkan lonjakan pasien akibat sengatan panas.

"Sebagian besar korban adalah lansia, pasien kanker, atau tunawisma," ujar Wakil Presiden Masyarakat Kedokteran Gawat Darurat Italia, Mario Guarino.

Untuk mengatasi situasi ini, beberapa rumah sakit seperti Ospedale dei Colli di Naples telah membuka jalur cepat khusus untuk penanganan sengatan panas, termasuk fasilitas perendaman air dingin. 

Di Bologna, tujuh tempat perlindungan ber-AC dengan pasokan air minum telah disiapkan, sementara di Roma, warga berusia di atas 70 tahun diberikan akses gratis ke kolam renang umum kota.

Di Lisbon, Portugal, seorang apoteker mengungkapkan kepada Reuters bahwa meski telah memberikan peringatan kepada warga untuk tidak keluar di tengah hari, tetap saja terjadi sejumlah kasus sengatan panas dan luka bakar akibat matahari.

Di wilayah Balkan Barat, suhu ekstrem juga melanda. Serbia mencatat suhu tertinggi sejak pencatatan dimulai pada abad ke-19, sementara Slovenia dan Makedonia Utara mengalami suhu di atas 40 derajat Celsius, dengan rekor baru tercatat pada akhir pekan lalu.

Menurut prakiraan cuaca, gelombang panas ini belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Suhu diperkirakan akan terus meningkat di wilayah Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris dalam beberapa hari mendatang. 

London bahkan diprediksi akan mencapai suhu 35 derajat Celsius pada hari Senin, 30 Juni 2025.

Fenomena ini disebabkan oleh area bertekanan tinggi yang luas, yang menyebabkan udara kering turun dan memanas. Seiring pergerakan sistem tekanan tinggi ini ke arah timur, suhu tinggi diprediksi menjalar lebih jauh ke kawasan utara dan timur Eropa.

Meski para ahli berhati-hati dalam mengaitkan langsung setiap peristiwa cuaca ekstrem dengan perubahan iklim, para ilmuwan dari World Weather Attribution menyatakan bahwa gelombang panas seperti ini kini sepuluh kali lebih mungkin terjadi dibandingkan era pra-industri.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya