Berita

Postur APBN 2025/RMOL

Politik

Misbakhun Soroti Realisasi Anggaran Belanja Pemerintah Baru 28,1 Persen

SENIN, 30 JUNI 2025 | 08:30 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun menyoroti rendahnya realisasi angaran belanja pemerintah pada semester pertama atau hingga 31 Mei 2025. 

Misbakhun mengatakan, realisasi anggaran belanja pemerintah hingga Mei 2025 baru mencapai 28,1 persen, serta realisasi APBN yang hanya 33,1 persen.

“Kalau kita katakan kalau seandainya satu semester itu enam bulan itu 50 persen, di lima bulan pertama baru kita 33,1 persen,” kata Misbakhun dalam diskusi virtual Indef, bertema "Dampak Perang Iran-Israel terhadap Perekonomian Indonesia", Senin 30 Juni 2025.


Ia mengaku khawatir dengan realisasi belanja pemerintah hanya 28,1 persen di semester awal ini, atau ekspansi belanja negara baru Rp1.016,3 triliun dari Rp3.621,3 triliun.

“Artinya apa? Ada belanja yang belum tersalurkan. Seharusnya kalau kita bicara 5 bulan atau sekitar 5 bulan ini berapa persen si seharusnya kisarannya harusnya 40 persen,” kata Misbakhun.

“Kalaupun 30 (persen) ya 38 (persen), 39 (persen) paling jelek di 36 (persen) di 37 (persen), tapi ini masih di kisaran 28 (persen) sehingga kalau kita perhatikan dari sisi defisitnya realisasinya masih sangat aman,” sambungnya.

Ia pun mendorong Kementerian Keuangan dan instansi fiskal terkait agar menyampaikan perhitungan yang komprehensif kepada Presiden, agar keputusan terkait BBM subsidi dan pengelolaan APBN dapat diambil dengan akurat dan antisipatif.

Misbakhun lantas mempertanyakan pemerintah yang seolah mengerem ketika membelanjakan keuangan negara di awal semester ini akibat perang Iran vs Israel. Pasalnya, dari total defisit APBN sebesar 2,53 persen atau sekitar Rp616,2 triliun mengalami surplus keseimbangan negatif 63,3 persen.

“Apakah ekspansi belanja ini ngerem dalam rangka urusan mengantisipasi atau ada agenda yang di luar disampaikan di dalam angka-angka yang dilaporkan di dalam realisasi postur APBN tersebut? Nah kalau kita perhatikan terjadi situasi keseimbangannya masih Rp192,1 triliun. Surplus kesimbangan primernya,” ujarnya.

“Inilah menurut saya harus kita benar-benar perhatikan di sisi ini,” tutupnya.



Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Sinopsis Bapak Paling Jujur, Film Komedi Satir Politik Dibintangi Andovi Da Lopez

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:29

KPK Amankan Uang Rp1 Miliar saat OTT Bupati Klaten

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:26

Profil Letjen Kristomei Sianturi, Kepala BNPB yang Baru Dilantik Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:13

Danantara Guyur Rp1,79 Triliun per Tahun untuk Beasiswa Dokter Spesialis

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:06

Utang Subsidi Pemerintah ke PT Pupuk Indonesia Bengkak

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:55

20 Orang Terjaring OTT KPK, Ada Bupati Klaten hingga ASN BPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:45

Survei Adidaya Institute: Mayoritas Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:43

Jalur Darat dan Sumur Bor Disiapkan untuk Tangani Karhutla Tanjung Puting

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:34

JXB Perkuat Promosi Pariwisata Menuju 5 Abad Jakarta

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:26

Kopdes Merah Putih Pekerjaan Besar Lintas Kementerian dan BUMN

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:23

Selengkapnya