Berita

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso/Net

Bisnis

Surplus Perdagangan Mei jadi Terbesar dalam Dua Tahun Terakhir

SABTU, 28 JUNI 2025 | 08:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Surplus perdagangan Indonesia pada Mei 2025 menjadi yang terbesar dalam dua tahun terakhir. 

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso atau yang akrab disapa Busan, setelah sempat mengalami penurunan ekspor pada April 2025. 

Surplus perdagangan terjadi ketika nilai ekspor suatu negara lebih besar dari nilai impornya


Meskipun Badan Pusat Statistik (BPS) belum merilis data resminya, Busan memperkirakan surplus Mei akan sangat positif, bahkan mencapai rekor tertinggi dalam dua tahun terakhir. 

BPS akan merilis data resmi surplus perdagangan Mei pada awal Juli mendatang. 

"Kemarin Menteri Keuangan juga menyampaikan bulan Mei ini naik. Bulan Mei ini surplus terbesar dalam dua tahun terakhir," terang Busan di Jakarta, dikutip Sabtu 28 Juni 2025. 

Budi menjelaskan bahwa pada April terjadi penurunan ekspor karena libur panjang dan isu tarif resiprokal dari Amerika Serikat.

Kedua kejadian tersebut, kata Budi, menyebabkan tertundanya ekspor ke luar negeri.

Penundaan ekspor tersebut dilatarbelakangi oleh negara-negara yang mengimpor produk Indonesia menunggu kepastian ihwal tarif Amerika Serikat.

Ekspor yang tertunda, lantas dilaksanakan pada Mei 2025.

Sebelumnya BPS mengumumkan nilai surplus neraca perdagangan Indonesia pada April sebesar 158,8 juta Dolar AS. Angka tersebut jauh lebih rendah apabila dibandingkan dengan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2025 yang mencapai 4,3 miliar Dolar AS.

"Kalau Januari-April kan kita naik 6,65 persen. Yang Mei, kalau tidak salah awal Juli nanti dari BPS akan menampilkan," kata Budi.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

UPDATE

Polri Butuh Reformasi Kultural dan Tetap di Bawah Presiden

Kamis, 19 Februari 2026 | 01:30

Jokowi Dianggap Stres Akibat Gejala Post-Power Syndrome

Kamis, 19 Februari 2026 | 01:03

BPKH Limited Perkuat Fondasi Kedaulatan Ekonomi Haji

Kamis, 19 Februari 2026 | 00:41

Inosentius Samsul Batal jadi Hakim MK Ternyata Ditugaskan ke Danantara

Kamis, 19 Februari 2026 | 00:21

Polda Metro Tangkap Dua Pria Pembawa Ratusan Pil Ekstasi dari Lampung

Kamis, 19 Februari 2026 | 00:03

Waketum PKB Tepis Klaim Jokowi soal Revisi UU KPK Inisiatif DPR

Rabu, 18 Februari 2026 | 23:40

BPKH Genjot Investasi Ekosistem Haji dan Siap jadi Pemain Global

Rabu, 18 Februari 2026 | 23:15

Santunan hingga Beasiswa Diberikan untuk Keluarga Prajurit yang Gugur

Rabu, 18 Februari 2026 | 22:47

Penabrak Rumah Anak Jusuf Kalla Seorang Perempuan

Rabu, 18 Februari 2026 | 22:40

Purbaya Curiga Isu Gratifikasi Pejabat Kemenkeu Diramaikan Pembenci

Rabu, 18 Februari 2026 | 22:28

Selengkapnya