Berita

Orang-orang berkumpul di samping mobil yang rusak akibat serangan udara Israel di kota Nabatieh, Lebanon selatan/AP

Dunia

Israel Gempur Lebanon, Satu Tewas

SABTU, 28 JUNI 2025 | 07:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Militer Israel melancarkan serangan udara besar-besaran di kawasan pegunungan dekat kota selatan Lebanon pada Jumat, 27 Juni 2025 waktu setempat. Serangan tersebut bertujuan menargetkan fasilitas bawah tanah milik kelompok bersenjata Hizbullah.

Tak lama setelah itu, sebuah gedung apartemen di kota terdekat, Nabatieh, juga terkena serangan. Seorang wanita tewas, 11 orang lainnya luka-luka, dan lantai atas gedung itu runtuh.

Dikutip dari Associated Press, wanita yang meninggal diketahui tinggal di Jerman dan baru saja kembali ke Lebanon kurang dari sebulan lalu untuk mengunjungi keluarganya. Tidak jelas apakah ia warga negara Jerman atau hanya berdomisili di sana. Menurut laporan, apartemen wanita itu terkena serangan dari drone Israel.


Namun, militer Israel membantah telah menargetkan bangunan sipil. Dalam pernyataannya di platform X, pihak Israel mengatakan gedung itu hancur akibat roket milik Hizbullah yang meledak setelah terkena serangan udara.

Israel kwmudian menyalahkan Hizbullah karena menyimpan senjata di area permukiman warga.

Sejak gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah yang dimediasi AS pada November lalu, Israel hampir setiap hari melakukan serangan udara ke Lebanon selatan. Namun, serangan hari Jumat ini disebut lebih besar dari biasanya.

"Kami tidak akan mundur, meski kalian terus membombardir kami dengan jet dan drone," kata Hassan Ghandour, seorang ulama Syiah di Nabatieh.

Presiden dan Perdana Menteri Lebanon langsung mengecam serangan itu, menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Militer Israel menyebut serangan mereka ditujukan ke lokasi penting milik Hizbullah yang dipakai untuk mengatur serangan dan pertahanan, serta merupakan bagian dari proyek bawah tanah yang "berhasil dihentikan sepenuhnya."

Mereka juga mengaku telah melihat upaya Hizbullah untuk membangun ulang infrastruktur di wilayah itu, dan karena itu menyerang lokasi-lokasi terkait.

Dalam konflik panjang sebelumnya, Hizbullah mengalami kerugian besar. Lebih dari 4.000 orang tewas di Lebanon dan kerugian ditaksir mencapai 11 miliar Dolar AS. Di pihak Israel, korban jiwa mencapai 127 orang, termasuk 80 tentara.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya