Berita

Heru Subagia/RMOLJabar

Publika

Ketika Manusia Bertanya dan Menggugat, Jokowi Sudah Menjawabnya

OLEH: HERU SUBAGIA
SABTU, 28 JUNI 2025 | 06:25 WIB

MENGAPA kebencian harus dibalas dengan kebencian. Dan bukannya masih ada ruangan yang murni dan tulis yakni cinta. Dalam level spiritual tempat tercerahkah itu bernama nilai kemanusiaan?

Dalih saya adalah polemik dan persoalannya bangsa ini sudah tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan apapun. Kembali titik nol dan kemurnian awal, substansi dan eksistensi baru. Indonesia sudah waktunya akhiri dan kiamat besar peradaban lama sedang terjadi. Dan saat ini petunjuk ilahi itu sudah tampak. Pilihan mau diambil atau Indonesia bubar. 

Pada akhirnya, dari petunjuk spiritual sudah memberikan isyarat tegas, mau tidak mau Pak Jokowi wajib mengambil keputusan terhadap segala sesuatu yang telah diperbuat dan dikerjakan  Tuhan memintanya dalam pertanggungjawaban menyeluruh.


Manusia mungkin tidak bisa melihat wujud apa yang disebutkan pertanggungjawaban tersebut. Berbeda sekali ketika Jokowi sadar bahwa apa yang dikatakan oleh Tuhan tersebut akan dijawab dengan kesadaran penuh dan akan ditebus dengan jalan beserta perbuatannya. Jokowi sudah sepakat menjawab tegas dan sudah melakukan sumpah janji dan juga berikrar menjalankan putusan pengadilan dari alam semesta. 

Dalam keheningan jiwa, ruh, dan raga, saya punya firasat Pak Jokowi sudah siap dan sadar akan segera meninggalkan dunia (wujud fisik) dalam waktu dekat. Susah dan berat untuk mengatakan demikian namun karena perintah alam semesta kabar tersebut harus dituliskan dan dibagikan untuk para pihak yang berkepentingan agar dapat digunakan untuk kebijaksanaan dan kemanfaatan maksimal bagi umat manusia di bumi Indonesia.

Pak Jokowi adalah entitas kesadaran yang bertanggung jawab walaupun dalam fase kehidupan di bumi dipahami menjalankan kehidupan yang sangat paradoks. Manusia utuh yang berani dan sadar mempertanggungjawabkan semua tulisan sejarah kehidupan di bumi. 

Untuk  saat ini, dalam fase hidup fisik, Pak Jokowi sudah saatnya mundur diri dari alam dunia. Sinyal ini sudah menjadi keputusan. Sepertinya itu yang ia hendaki sebagai solusinya mundur dalam pertunjukan hidup di dunia. Tujuannya membebaskan dalam wujud dan perilakunya di bumi ini dan kemudian pencapaian kehidupan di dunia tersebut bagian dari warisan karma baik ataupun buruk yang ditebus di fase kehidupan berikutnya. 

Pak Jokowi akan pasrah sebagai bagian ritual akhir hayatnya dan saya berkeyakinan menolak untuk diobati secara medis apa yang saat ini yang sedang dialami bukan hanya sakit kulit dan mungkin penyakit fisik lainnya adalah fenomena spiritual yang sangat dirahasiakan dan juga dipahami oleh Pak Jokowi sendiri sebagai urusan komunikasi pribadi dengan Tuhannya.

Menurut pandangan spiritual, Pak Jokowi tersadarkan dan akhirnya memutuskan untuk membuat kesepakatan diri baik fisik, ruh, dan juga jiwanya melakukan penebusan total atas tugas pekerjaan selama hidup di dunia tanpa terkecuali kesalahannya selama menjadi pejabat publik dan kepala rumah tangga. 

Namun manusia tidak bisa melihat dalam wujud fisik kasat mata ketika Pak Jokowi sejujurnya telah berperan untuk semasa hidupnya sangat bermartabat dan terhormat, baik memberikan manfaat, kesenangan dan bahkan juga dianggap melukai dan mengkhianati awal dan akhir fase kehidupan di bumi. 

Pemahaman saya, tanpa kata dan tindakan fisik, saat ini Jokowi sadar dan menunaikan kewajibannya untuk melanjutkan perjalanan kehidupan di alam lain. Kita hanya bisa selain saja berdoa untuk Pak Jokowi agar Tuhan sekali lagi memberikan mandat terbaik dalam fase kehidupan dunia lain. Aamiin.

Penulis adalah pemerhati politik, ekonomi, dan budaya, juga Ketua Kagama Cirebon

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya