Berita

Ilustrasi bilik suara/Net

Politik

Pemisahan Pemilu Nasional dan Lokal akan Tingkatkan Kualitas Demokrasi

JUMAT, 27 JUNI 2025 | 12:19 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk memisahkan antara Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal akan membawa dampak signifikan terhadap sistem kepemiluan dan praktik demokrasi di Indonesia.

Menurut Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) DPP Partai Demokrat, Dr. Ahmad Khoirul Umam, pemisahan antara pemilihan Presiden, DPR, dan DPD, dengan pemilihan kepala daerah dan DPRD akan meningkatkan kualitas pemilu lokal karena masyarakat bisa lebih fokus menilai calon berdasarkan isu dan kebutuhan daerah masing-masing.

“Selama ini, isu lokal tenggelam oleh riuhnya kontestasi Pilpres. Dengan pemisahan ini, masyarakat bisa lebih rasional dalam memilih pemimpin daerah dan wakil rakyat di tingkat lokal,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat 27 Juni 2025.


Ia juga menyoroti beban teknis pemilu serentak lima kotak suara seperti pada Pemilu 2019 dan 2024 yang dinilai terlalu kompleks dan rawan menimbulkan kelelahan, baik bagi pemilih maupun penyelenggara. 

"Pemisahan ini akan mengurangi risiko kegagalan logistik dan memperbaiki kualitas pengawasan serta partisipasi publik,” jelasnya.

BRAINS Partai Demokrat menambahkan, pemisahan rezim pemilu nasional dan lokal akan membuka ruang bagi kaderisasi politik yang lebih sistematis. 

Partai politik dapat menyusun strategi khusus untuk level nasional dan lokal, dengan menyesuaikan pendekatan berbasis kebutuhan daerah.

“Ini momentum penting bagi partai untuk berinovasi secara kelembagaan dan lebih adaptif terhadap aspirasi masyarakat akar rumput,” tutup Umam.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

KPK Panggil Pejabat Perum Bulog di Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:27

DPR Terima Masukan Buruh untuk RUU Ketenagakerjaan, FSP BUMN Bersatu Ikut Hadir

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:22

GOTO Bantah Didepak MSCI karena Kinerja, Sebut Keputusan Bersifat Teknis

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:17

Bos Narkoba Kampung Bahari Ditangkap Saat Penggerebekan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:11

KPK Periksa Ketua DPD PAN Jakut Bebizie Sri Mulyati di Kasus Rita Widyasari

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:05

Penangguhan Bansos Pelaku Judol Harus Beri Efek Jera

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:33

Calon Hakim Agung Hari Sih Advianto Tawarkan Desain Baru Hukum Pajak

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:28

Pemberdayaan Perempuan Lewat MBG Perkuat Kesejahteraan Keluarga

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:24

Ini Alasan MSCI Depak GOTO dari Indeks

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:20

Bantah Kejar Pajak Kontrakan, Purbaya: Nggak Ada Perintah Itu

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:17

Selengkapnya