Berita

Polda Lampung mengungkap kasus ribuan amunisi dan delapan senjata api di wilayah Kemiling, Bandar Lampung/RMOLLampung

Presisi

Polisi Amankan Ribuan Amunisi dan Senpi Produksi Bandar Lampung

JUMAT, 27 JUNI 2025 | 04:28 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung membongkar kasus produksi ilegal ribuan amunisi dan delapan senjata api di wilayah Kemiling, Bandar Lampung. 

Dalam kasus ini, aparat mengamankan tiga pelaku yang terlibat dalam kepemilikan dan perakitan senjata api secara ilegal.

Pengungkapan kasus bermula dari laporan kepolisian pada 2 Mei 2025 terkait kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang diduga dilakukan tersangka RS menggunakan senjata api. 


Setelah dilakukan penggeledahan terhadap RS, ditemukan satu pucuk senjata api rakitan menyerupai FN dan empat butir amunisi kaliber 9 mm.

"Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku membeli senjata api tersebut dari seseorang berinisial RK dengan harga Rp8 juta," kata Kapolda Lampung, Irjen Helmy Santika dalam konferensi pers di GSG Presisi Polda Lampung, Kamis 26 Juni 2025.

Tim kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tiga tersangka. Polisi juga melakukan penggeledahan di lokasi perakitan senjata api.

“Barang bukti yang ditemukan antara lain empat pucuk alat modifikasi berupa mesin las dan bor, silinder atau laras senjata yang digunakan untuk memodifikasi air gun,” kata Kapolda Lampung.

Polisi turut mengamankan 8.353 butir amunisi berbagai kaliber, termasuk 7.62 mm, 5.56 mm, 38 mm, dan 9 mm, yang didistribusikan melalui platform digital.

"Penjual menyamarkan amunisi dengan label seperti 'mur', 'baut', dan lainnya, namun dalam deskripsi tertulis kaliber 5.56. Ini menjadi petunjuk kuat bahwa yang dijual sebenarnya adalah amunisi," kata Kapolda Lampung.

Penelusuran lebih lanjut membawa tim ke wilayah Purbalingga, tempat salah satu tersangka ditangkap.

Dari pengungkapan tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti silinder senjata, teleskop senjata, peredam (silencer), telepon genggam, dan dua unit mobil.

"Polda Lampung akan terus bekerja untuk mengungkap siapa saja pemesan senjata dan asal-usul amunisi tersebut secara lebih mendalam," tutup Kapolda dikutip dari RMOLLampung.  

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya