Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Rupiah Menguat Rp16.209, Didorong Ketegangan Trump dan Bos The Fed

KAMIS, 26 JUNI 2025 | 18:30 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar Rupiah berhasil ditutup menguat pada perdagangan Kamis sore, 26 Juni 2025. 

Mata uang Garuda itu terapresiasi 91 poin atau 0,57 persen ke level Rp16.209 per Dolar AS jelang libur panjang.

Sementara kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mencatat penguatan serupa, dengan Rupiah berada di posisi Rp16.233 per Dolar AS.


Kinerja positif Rupiah ini juga sejalan dengan tren penguatan sejumlah mata uang Asia lainnya. Ringgit Malaysia naik 0,34 persen, Baht Thailand 0,53 persen, Peso Filipina 0,19 persen, dan Dolar Singapura 0,38 persen. 

Selain itu, mata uang negara-negara maju pun turut menguat. Euro Eropa tercatat naik 0,30 persen, Poundsterling Inggris 0,42 persen, dan Dolar Australia 0,23 persen.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa penguatan mata uang Asia termasuk Rupiah ini disebabkan oleh pelemahan Dolar AS, yang dipicu oleh ketegangan antara Presiden Donald Trump dan Ketua The Fed Jerome Powell terkait pemangkasan suku bunga.

“Trump melontarkan kritik tajam kepada Powell, menyebutnya 'buruk' dan bahkan menyatakan tengah mempertimbangkan tiga hingga empat nama sebagai pengganti,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulisnya.

Powell sendiri, saat menghadiri sidang Kongres AS, kembali menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga secara prematur bisa berdampak negatif. 

Ia juga memperingatkan bahwa tekanan inflasi akibat tarif dagang mungkin akan berlangsung lebih lama dari perkiraan. Sementara Trump, mendesak pemangkasan dalam waktu cepat.

Wall Street Journal melaporkan sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai calon pengganti Powell, termasuk mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh, Direktur NEC Kevin Hassett, Menteri Keuangan Scott Bessent, dan Gubernur Fed Christopher Waller. Wacana tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap independensi bank sentral AS.

"Investor kini menanti sejumlah data ekonomi penting dari AS. Hal itu termasuk produk domestik bruto (PDB) dan data ketenagakerjaan yang akan segera dirilis, serta data inflasi pada yang akan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan The Fed," tandas Ibrahim.

Ia pun memprediksi Rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp 16.150 hingga Rp16.210 pada perdagangan pekan depan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya