Berita

Perwakilan negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)/AFP

Dunia

Didesak Trump, NATO Sepakat Naikkan Anggaran Militer Besar-besaran!

KAMIS, 26 JUNI 2025 | 12:59 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) kompak menyepakati peningkatan besar-besaran anggaran pertahanan. Kesepakatan ini dilakukan dalam pertemuan puncak yang digelar di Den Haag, Belanda, Rabu 25 Juni 2025.

Dalam komunike resmi yang dirilis usai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT), para pemimpin dari 32 negara anggota menyetujui alokasi dana pertahanan hingga 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) masing-masing pada 2035. Angka ini mencakup belanja militer serta pengeluaran terkait keamanan nasional lainnya.

“Kami akan menginvestasikan lima persen dari PDB setiap tahunnya untuk keperluan pertahanan dan sektor terkait,” bunyi pernyataan komunike tersebut, dikutip dari BBC, Kamis 26 Juni 2025.


Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyambut keputusan itu sebagai langkah “transformasional” bagi aliansi trans-Atlantik yang tengah berupaya merespons meningkatnya ancaman global, khususnya dari Rusia.

Anggaran besar ini disepakati setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak peningkatan dana NATO. Ia menyebut kesepakatan ini sebagai “kemenangan monumental” bagi negaranya, sekaligus mempertegas komitmen Washington untuk melindungi sekutu-sekutunya di Eropa.

Trump juga ikut membubuhkan tanda tangan dalam deklarasi akhir, yang memuat kembali janji kolektif NATO bahwa serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota. 

Komitmen itu diyakini membawa angin segar bagi negara-negara Eropa yang selama ini diliputi kekhawatiran terhadap agresi Rusia.

Namun di balik gebrakan ini, muncul suara-suara penolakan dari beberapa anggota. Spanyol secara terang-terangan menolak target anggaran 5 persen dan memilih tetap berada di ambang 2 persen yang selama ini menjadi standar aliansi. 

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyatakan, negaranya tidak dalam posisi untuk menaikkan anggaran hingga sebesar itu.

Sebagai informasi, pada 2024, Spanyol hanya mengalokasikan 1,24 persen dari PDB-nya untuk sektor pertahanan, menjadikannya salah satu dari sembilan negara anggota NATO yang belum mencapai target 2 persen.

Penolakan Spanyol itu sempat mendapat respons keras dari Trump yang mengancam akan menjatuhkan sanksi ekonomi bila negara itu tak juga memenuhi komitmen keuangan dalam aliansi.

Menariknya, saat para pemimpin berkumpul untuk foto bersama, PM Sánchez tampak berdiri sendiri di ujung kelompok. 

Meski demikian, Sánchez kemudian menandatangani pernyataan NATO, dengan menyatakan bahwa "cukup, realistis, dan sesuai" bagi Madrid untuk memenuhi komitmennya sambil membayar lebih sedikit.

Tak hanya Spanyol, Belgia dan Slovakia juga sempat menyuarakan keberatannya terhadap target lima persen, yang mereka nilai akan membebani fiskal negara.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya