Berita

Perbatasan Thailand-Kamboja/Net

Dunia

Sengketa Memanas, Thailand Larang Warganya Menyeberang ke Kamboja

SELASA, 24 JUNI 2025 | 18:33 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Thailand memberlakukan larangan ketat terhadap warganya dan turis asing yang hendak menuju Kamboja, di tengah memanasnya sengketa perbatasan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Larangan itu diberlakukan di sejumlah pos pemeriksaan di provinsi perbatasan Thailand, serta terhadap penerbangan menuju Siem Reap, kota resor populer di Kamboja. Keputusan ini disampaikan militer Thailand pada Selasa, 24 Juni 2025, dengan alasan situasi keamanan yang memburuk.

“Pembatasan baru ini diterapkan sesuai dengan situasi keamanan saat ini,” tegas militer dalam pernyataan resminya, seperti dimuat BBC.


Ketegangan antara kedua negara meningkat tajam sejak bentrokan bersenjata di perbatasan pada Mei lalu yang menewaskan seorang tentara Kamboja. 

Insiden tersebut memicu saling balas sanksi antara Bangkok dan Phnom Penh, termasuk pelarangan impor produk, hingga pemutusan akses internet dan hiburan lintas negara.

Kamboja, dalam balasannya, melarang masuknya buah, sayur, listrik, dan bahkan drama serta film Thailand. Di sisi lain, Thailand menuduh Kamboja menjadi sarang operasi penipuan daring dan menyatakan pembatasan perjalanan ini juga untuk memberantas jaringan ilegal tersebut.

Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra menyatakan komitmennya untuk menindak tegas aktivitas kriminal lintas batas. Ia menambahkan bahwa wisatawan asing juga tidak akan diizinkan naik pesawat ke Siem Reap dari Thailand.

“Kami akan menghentikan layanan internet yang digunakan oleh badan keamanan Kamboja untuk mendukung penipuan,” ujarnya. 

Pemerintah Thailand masih membuka celah pengecualian untuk perjalanan kemanusiaan, seperti bagi pelajar dan pasien medis, namun sepenuhnya bergantung pada kebijakan pejabat pos pemeriksaan.

Krisis ini semakin mengguncang stabilitas politik di Thailand. Bocoran panggilan telepon antara PM Paetongtarn dan mantan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen memperburuk kepercayaan publik terhadap kepemimpinannya. 

Dalam percakapan yang viral itu, Paetongtarn terdengar memanggil Hun Sen dengan sebutan "paman" dan menyuruhnya mengabaikan seorang jenderal Thailand yang disebutnya hanya ingin terlihat keren.

Kritik terhadap Paetongtarn pun bermunculan. Ia dianggap telah merusak wibawa militer Thailand dan memperkeruh diplomasi.

“Itu hanya teknik negosiasi,” kilah Paetongtarn. Namun dampaknya nyata setelah salah satu mitra koalisi utama partainya, Pheu Thai, telah menyatakan keluar dari aliansi.

Ketegangan Thailand-Kamboja bukan hal baru. Sengketa perbatasan mereka telah berlangsung lebih dari satu abad, sejak masa penjajahan Prancis atas wilayah Kamboja. 

Namun, situasi saat ini dinilai sebagai titik terendah dalam lebih dari satu dekade terakhir, dengan potensi dampak jangka panjang terhadap stabilitas kawasan dan hubungan ekonomi bilateral.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

UPDATE

PalmCo Genjot Transformasi Kebun Rakyat Atasi Stagnasi Produksi Sawit

Senin, 25 Mei 2026 | 22:17

Agustina Dorong Denok Kenang Jadi Wajah Baru Semarang

Senin, 25 Mei 2026 | 22:12

Alarm Administrasi Publik

Senin, 25 Mei 2026 | 22:05

Daging Kurban Presiden dan Wapres di Istiqlal akan Disalurkan ke Pesantren

Senin, 25 Mei 2026 | 21:49

Jemaah Haji Diminta Disiplin dan Jaga Kesehatan Menuju Arafah

Senin, 25 Mei 2026 | 21:38

Majelis Etik Ombudsman Dalami Dugaan Pelanggaran Hery Susanto

Senin, 25 Mei 2026 | 21:32

Standardisasi Kemasan ala Kemenkes Berpotensi Picu Dampak Sosial Ekonomi

Senin, 25 Mei 2026 | 21:27

Dilema Etis Keterbatasan Fiskal Sektor Kesehatan

Senin, 25 Mei 2026 | 21:26

Walikota Agustina Sambut Biksu Thudong di Pelataran Masjid Semarang

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10

Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Pesta Bola Terbesar Siap Mengguncang Benua Amerika

Senin, 25 Mei 2026 | 20:19

Selengkapnya