Berita

Raja Maroko Mohammed VI/Net

Global

OKI Puji Peran Raja Maroko dalam Melindungi Al Quds Asharif

SELASA, 24 JUNI 2025 | 16:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Para Menteri Luar Negeri negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memberikan penghormatan khusus kepada Raja Maroko Mohammed VI, Ketua Komite Al Quds, atas peran aktif dan berkelanjutannya dalam melindungi tempat-tempat suci di kota Al Quds Asharif (Yerusalem). 

Mengutip keterangan yang diterima redaksi pada Selasa, 24 Juni 3025, pujian tersebut ini disampaikan dalam sesi ke-51 Dewan Menteri Luar Negeri OKI yang digelar pada 21-22 Juni 2025 di Istanbul, Turki.

Dalam resolusi yang diadopsi terkait isu Ibu Kota Negara Palestina, Al Quds Asharif, para Menlu OKI menegaskan penghargaan mereka terhadap kepemimpinan Raja Mohammed VI dalam mendukung ketahanan warga Palestina serta melestarikan identitas historis dan keagamaan kota suci tersebut.


"Para Menteri memuji peran penting Yang Mulia Raja Mohammed VI dalam melindungi tempat-tempat suci di Al Quds Asharif," demikian bunyi pernyataan resmi dari pertemuan tersebut.

Selain itu, OKI juga menyampaikan apresiasi terhadap Badan Bayt Mal Al Quds Asharif, lembaga eksekutif dari Komite Al Quds, yang telah melaksanakan berbagai proyek pembangunan di kota suci. 

Proyek-proyek tersebut dinilai memberikan manfaat nyata bagi penduduk setempat dan memperkuat ketahanan mereka di tengah tekanan politik dan ekonomi yang berat.

Deklarasi Istanbul yang dihasilkan dari pertemuan tersebut juga menekankan pentingnya menjaga identitas Al Quds sebagai simbol toleransi dan koeksistensi tiga agama samawi.

"Para menteri luar negeri OKI memuji peran penting yang dimainkan oleh Badan Asharif Bayt Mal Al Quds melalui pelaksanaan beberapa proyek pembangunan yang memberi manfaat bagi penduduk kota suci dan mendukung perlawanannya," bunyi bagian lain dari deklarasi tersebut.

Pertemuan ke-51 Dewan Menteri Luar Negeri OKI juga menghasilkan berbagai resolusi penting yang mencakup isu-isu politik, ekonomi, dan budaya di dunia Islam. Adopsi Deklarasi Istanbul menandai penutupan sesi ini pada hari Minggu, 22 Juni 2025.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya