Berita

Menteri Konselor (Pendidikan) Education Malaysia, Hasnul Faizal Hushin Amri, dan Duta Besar Malaysia untuk Republik Indonesia, Dato’ Syed Mohamed Hasrin Tengku Hussin dalam konferensi pers di acara peluncuran MyEduTour 2025, Selasa, 24 Juni 2025/RMOL

Dunia

Promosi Wisata Edukasi, Malaysia Resmi Luncurkan MyEduTour 2025

SELASA, 24 JUNI 2025 | 13:34 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Malaysia secara resmi meluncurkan program MyEduTour: Discovery Malaysia 2025, sebagai bagian dari inisiatif strategis untuk memperkenalkan konsep EduTourism (wisata edukasi) kepada masyarakat Indonesia sekaligus mempererat kerja sama di bidang pendidikan dan pariwisata.

Program ini digelar di Aula Serba Guna Kedutaan Besar Malaysia, Jakarta, pada Selasa, 24 Juni 2025 , melalui kolaborasi antara Education Malaysia Indonesia (EMI), Tourism Malaysia Jakarta, dan Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia. 

Acara tersebut diresmikan oleh Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Syed Mohamed Hasrin Tengku Hussin. Ia berharap MyEduTour 2025 dapat meningkatkan pertukaran kunjungan wisatawan dua negara.


"Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi bagi pertukaran kunjungan antara warga Malaysia dan Indonesia, serta memberikan kontribusi bagi peningkatan hubungan masyarakat kedua negara," ungkap Dubes kepada awak media.

Menurut Dubes, saat ini terdapat sekitar 11 ribu pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di berbagai institusi di Malaysia. Melalui program ini, Malaysia berharap dapat meningkatkan jumlah tersebut, sekaligus memperkenalkan Malaysia sebagai pusat pendidikan serantau berstandar internasional.

"Saya pikir ini adalah kesempatan yang memberi ruang bagi pelajar Indonesia untuk mengenal Malaysia lebih baik, tidak hanya dari segi pendidikan, tetapi juga budaya, ekonomi, dan politiknya," kata dia.

Ia juga menyebut bahwa program ini menjadi bagian dari soft diplomacy yang memperkuat hubungan antara Malaysia dan Indonesia, dua negara yang memiliki banyak kesamaan budaya dan sejarah.

"Karena di dunia ini, tidak banyak negara yang memiliki kebersamaan seperti itu dan itu memang peluang yang sangat bagus untuk soft diplomacy. Tidak hanya di Malaysia, saya kira di Indonesia juga," kata Dubes.

Menteri Konselor (Pendidikan) Education Malaysia, Hasnul Faizal Hushin Amri, menjelaskan bahwa MyEduTour menjadi platform terpadu untuk memperkenalkan produk-produk wisata edukasi dari universitas-universitas Malaysia, baik negeri maupun swasta.

Para guru sekolah dan perwakilan universitas dihadirkan untuk mengikuti seminar MyEduTour dan mengunjungi booth-booth kampus yang menyediakan paket tur pendidikan di Malaysia.

"Platform ini mengoordinasikan semua produk dari universitas agar lebih mudah diakses oleh masyarakat Indonesia. Melalui seminar seperti ini, kami memberikan masukan langsung tentang program-program yang tersedia, sehingga para pengajar dan perwakilan universitas dapat membuat pilihan terbaik bagi para siswanya," tutur Hasnul Faizal.

Sebagai bagian dari puncak acara, dilakukan penyerahan simbolis Paket FamTrip senilai 80.000 Ringgit Malaysia dari perusahaan pariwisata Malaysia, Sri Impian Holidays & Recreation Sdn. Bhd, kepada EMI. 

Paket ini menjadi bentuk dukungan nyata dari sektor swasta terhadap penguatan hubungan bilateral di sektor pendidikan dan pariwisata.

Program ini juga membuka peluang kolaborasi strategis antara lembaga pendidikan tinggi di kedua negara, termasuk potensi program pertukaran pelajar, kunjungan institusi, dan pengembangan mobilitas akademik berkelanjutan.

Berbagai institusi pendidikan tinggi ternama Malaysia turut ambil bagian dalam program ini, di antaranya:

1. Universitas Nasional Malaysia (UKM)
2. Universitas Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA)
3. Universitas Malaysia Terengganu (UMT)
4. Universitas Islam Sultan Zainal Abidin (UniSZA)
5. Universitas Malaysia Sabah (UMS)
6. Universitas Teknologi & Inovasi Asia Pasifik (APU)
7. Universitas UCSI
8. Sekolah Tinggi Agrosains Universitas Malaysia
9. Akademi Todak Malaysia
10. Perguruan Tinggi Epsom Malaysia

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Penggorengan Saham yang Mau Diberantas Purbaya Dipertanyakan

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:53

Prabowo Izinkan Danantara Rekrut WNA untuk Pimpin BUMN

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:38

Purbaya Klaim Bisa Pantau Rekening Semua Pejabat Kemenkeu

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:34

Di WEF Davos, Prabowo Sebut RI Tak Pernah Sekalipun Gagal Bayar Utang

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:14

Polda Metro Turunkan Puluhan Ribu Personel Siaga Banjir

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:13

KPK Obok-Obok Rumah dan Kantor Bupati Sudewo

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:29

Kemlu RI Tegaskan Tak Ada Kewajiban Bayar Rp16,9 Triliun setelah Gabung Dewan Perdamaian

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:28

Prabowo Resmi Teken Piagam Dewan Perdamaian di Davos

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:07

Wisuda ke-II UNOSO Dihadiri Mahfud MD hingga Rocky Gerung

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:55

KPK: Pengabaian Pengawasan Kredit Bisa Berujung Pidana

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:36

Selengkapnya