Berita

Pejuang Houthi/Net

Dunia

Houthi Latih 82.000 Warga Yaman untuk Serang Israel

SELASA, 24 JUNI 2025 | 12:49 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebanyak lebih dari 82.000 warga Yaman telah menyelesaikan kursus pelatihan militer sebagai bagian dari mobilisasi besar-besaran untuk menghadapi rezim Israel dan sekutunya Amerika Serikat.

Pejabat mobilisasi umum kelompok Houthi di Sana’a, Faiz al-Hanami, mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari program nasional pertama yang dinamakan “Badai al-Aqsa”. 

Program ini bertujuan mempersiapkan warga Yaman untuk mengambil bagian dalam pertempuran mendukung perjuangan Palestina.


“Lebih dari 82.000 warga Yaman telah mengikuti pelatihan militer tahap pertama untuk siap bertempur melawan rezim Israel dan sekutunya, Amerika Serikat, demi membela rakyat Palestina yang tertindas,” kata Hanami seperti dimuat Press TV pada Selasa, 24 Juni 2025.

Hanami menambahkan, pelatihan tahap kedua telah dimulai di Sana’a, dan ditargetkan akan melibatkan hingga 100.000 warga hanya di ibu kota tersebut. 

Selain di Sana’a, program serupa juga berlangsung di sejumlah provinsi lainnya seperti Sa’ada, 'Amran, Hajjah, dan Jawf.

“Rakyat kami terus mendesak Arab Saudi dan Yordania agar membuka perbatasan, sehingga para pejuang Yaman dapat melewati wilayah mereka dan menuju ke medan tempur di Palestina yang diduduki,” ujarnya.

Dukungan militer dari Yaman terhadap Palestina bukan hal baru. Sejak Israel memulai serangannya di Gaza pada 7 Oktober 2023, Houthi telah melancarkan berbagai operasi, termasuk menyerang target Israel serta kapal-kapal yang terhubung dengan kepentingan Amerika Serikat di kawasan.

Serangan Israel di Gaza, yang telah berlangsung lebih dari satu setengah tahun, menewaskan sedikitnya 55.998 orang, mayoritas wanita dan anak-anak, serta melukai lebih dari 131.559 lainnya. 

Konflik tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah negara, termasuk Iran dan kini Yaman yang secara terbuka menyatakan bergabung dalam barisan perlawanan.

Kursus pelatihan militer gelombang kedua ini digelar hanya beberapa hari setelah Yaman menyatakan siap berperang bersama Iran melawan Israel dan AS, menyusul agresi Israel terhadap Iran pada 13 Juni yang menewaskan sejumlah komandan militer, ilmuwan, serta warga sipil.

Tak hanya itu, Amerika Serikat juga telah terlibat langsung dalam konflik dengan melancarkan serangan ke fasilitas nuklir damai Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan. 

Serangan yang terjadi pada Minggu dini hari itu, 22 Juni 2025 dikutuk banyak pihak karena dianggap sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Situasi ini menandai eskalasi konflik yang lebih luas di Asia Barat, dengan semakin banyak negara dan kelompok di kawasan mengambil sikap konfrontatif terhadap Israel dan sekutunya.

Mobilisasi militer besar-besaran di Yaman menunjukkan bahwa front perlawanan terhadap Tel Aviv dan Washington kini tak lagi terbatas pada perbatasan Gaza.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya