Berita

Menlu AS, Marco Rubio/Net

Dunia

Menlu AS: Serangan Balasan Iran Akan Jadi Kesalahan Terburuk

SENIN, 23 JUNI 2025 | 17:55 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengeluarkan peringatan keras kepada Iran menyusul serangan besar-besaran AS terhadap fasilitas nuklir di negara tersebut. 

Dalam wawancara dengan Fox News pada Senin, 23 Juni 2025, Rubio menegaskan kerentanan Iran usai serangan yang menghancurkan situs-situs utama seperti Fordo, Natanz, dan Isfahan. 

“Mereka benar-benar rentan. Mereka tidak mengendalikan wilayah udaranya sendiri, mereka tidak bisa melindungi wilayah udaranya sendiri. Mereka bahkan tidak dapat melindungi pemimpin mereka sendiri,” tegasnya, seperti dimuat Middle East Monitor. 


Rubio menolak anggapan bahwa AS menginginkan perang terbuka dengan Iran. 

“Kami tidak mencari perang di Iran, tetapi jika mereka menyerang kami, maka saya pikir kami memiliki kemampuan yang bahkan belum mereka lihat,” ujarnya.

Dalam wawancara terpisah dengan CBS, Rubio memperjelas posisi Washington dalam melindungi militernya di kawasan. Ia memperingatkan Irah bahwa membalas dendam terhadap pasukan Amerika akan menjadi kesalahan terburuk yang pernah dibuatnya.

“Kami akan mengenakan biaya kepada Iran jika mereka menyerang personel Amerika, baik mereka melakukannya secara langsung atau melalui beberapa proksi yang mereka coba sembunyikan,” tegasnya. 

"Jika mereka melakukan itu, itu akan menjadi kesalahan besar lainnya. Itu akan menjadi bunuh diri ekonomi bagi mereka jika mereka melakukannya," tambah Rubio merujuk pada rencana Iran menutup selat Hormuz sebagai balasan atas agresi AS.

Meskipun ketegangan memuncak, Rubio mengatakan pintu diplomasi masih terbuka.

“Kami siap untuk berbicara dengan mereka besok dan mulai mengerjakannya,” tambahnya, merujuk pada tawaran AS untuk solusi damai melalui program nuklir sipil.

AS diketahui menjatuhkan 14 bom penghancur bunker ke fasilitas bawah tanah Fordo menggunakan pembom siluman B-2, serta meluncurkan puluhan rudal jelajah dari kapal selam ke lokasi strategis lainnya di Natanz dan Isfahan. 

Serangan ini dianggap menghancurkan infrastruktur penting pengayaan nuklir Iran.

Iran, melalui parlemen, menyatakan persetujuan untuk menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan tersebut. Namun, keputusan akhir masih menunggu Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya