Berita

Salamuddin Daeng/Istimewa

Publika

Kementerian PKP Resmi jadi Kementerian dengan Anggaran Terbesar

SENIN, 23 JUNI 2025 | 14:06 WIB | OLEH: SALAMUDDIN DAENG

KERJA keras Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) akhirnya membuahkan hasil. Kementerian ini resmi menjadi kementerian dengan anggaran kelola terbesar tahun 2025. Anggaran yang datang dan masuk di tengah tahun ini menjadi tantangan tersendiri bagi Maruarar Sirait dan Timnya untuk tancap gas di gigi 5 untuk percepatan penyerapan anggaran.

Salah satu yang membanggakan adalah turunnya dana dari Danantara senilai Rp130 triliun. Dana ini berasal dari dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang kemudian dialihkan untuk menjadi likuiditas pembiayaan perumahan. Likuiditas yang sebelumnya ada di perbankan BUMN diduga menganggur dan banyak kebocoran, akan diefektifkan untuk pembiayaan perumahan masyarakat berpendapatan rendah. 

Dana KUR dari Danantara untuk pembiayaan perumahan ini menunjukkan tiga hal. Yakni, pertama, Negara dan pemerintah Indonesia banyak uang, namun selama ini banyak uang tersebut menganggur. Kedua, meningkatkan kepercayaan Presiden Prabowo selaku pimpinan Danantara kepada Kementerian PKP. Ketiga, Kementerian PKP dianggap paling siap dalam mengelola kelebihan likuiditas yang tersedia di dalam negeri. 


Sebelumnya Kementerian PKP berhasil dalam melakukan terobosan anggaran untuk meningkatkan pembiayaan perumahan melalui penurunan Giro Wajib Minimum (GWN) dari 5 persen menjadi 4 persen. Kebijakan ini meningkatkan anggaran pembiayaan perumahan senilai Rp130 triliun. 

Dana tersebut terbagi dua yakni untuk perumahan komersial Rp80 triliun dan pembiayaan perumahan subsidi Rp50 triliun.

Sementara modal dasar PKP untuk pembangunan perumahan adalah dana Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dan Dana Fasilitas Likuiditas Pembangunan Perumahan (FLPP). Nilai dana Tapera FLPP tersebut mencapai Rp120 triliun. Seluruh dana tersebut telah dan akan digunakan untuk pembangunan rumah subsidi. 

Secara keseluruhan dana kelola Kementerian PKP mencapai Rp380 triliun, yang menjadikan kementerian ini sebagai satu satunya kementerian dengan dana kelola tiga kali lebih besar dari Kementerian Pertahanan. Belum ditambah dukungan dana lainya dari APBN yakni Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya (BSPS) dan dukungan dana dari Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan yang juga cukup besar. 

Dana besar yang datang pada pertengahan tahun menjadi sinyal bahwa kapasitas keuangan Indonesia sangat besar dan siap menjadi negara yang mandiri dari sisi keuangan. Indonesia tidak lagi mengandalkan pinjaman luar negeri sebagai sumber likuiditas untuk pembiayaan pembangunan. Dengan adanya pemotongan anggaran APBN telah menjadi sinyal kuat bahwa sistem anggaran defisit telah berakhir, dan menjadi peta jalan mengurangi ketergantungan pada utang. 

Bagi Kementerian PKP, kerja keras tanpa kenal lelah dalam menyiapkan berbagai regulasi, organisasi dan kelembagaan yang kuat, serta sosialisasi yang masif dalam rangka mendapatkan dukungan masyarakat bagi pembangunan tiga juta rumah. 

Bagaimanapun juga semua tergantung rakyat, daya beli rakyat dan kesadaran rakyat untuk berubah menjadi lebih baik. Karpet merah bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR) telah digelar oleh presiden Prabowo. 

Ok Gas, tabrak masuk!

Penulis adalah peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya