Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Konflik Iran-Israel Memanas, Rupiah Tertekan ke Rp16.465 per Dolar AS

SENIN, 23 JUNI 2025 | 10:58 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar Rupiah kembali terpukul pada awal pekan ini. Pada perdagangan Senin pagi, 23 Juni 2025, mata uang Garuda dibuka melemah ke level Rp16.465 per dolar Amerika Serikat (AS), turun 68 poin atau minus 0,42 persen dibanding penutupan sebelumnya.

Pelemahan ini tak lepas dari eskalasi konflik Iran-Israel yang makin meluas. Terutama setelah Amerika Serikat menyerang tiga fasilitas nuklir di Iran.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai konflik tersebut berpotensi mendorong harga emas dunia ke level tertinggi sepanjang sejarah dan memberikan tekanan tambahan terhadap Rupiah.


"Akhir pekan (kemarin) saya sudah bilang, kalau AS nyerang Iran, kemungkinan besar harga emas melejit tinggi ke kisaran 3.400–3.500 dolar AS, sedangkan Rupiah akan mengalami pelemahan, kemungkinan besar 100 poin," kata Ibrahim dalam riset hariannya.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 10.20 WIB, Rupiah bahkan tercatat menyentuh level Rp16.482 per Dolar AS, melemah 86 poin atau minus 0,52 persen.

Ibrahim memperingatkan bahwa ketidakpastian global akan terus membayangi pasar keuangan, terutama selama belum ada kepastian kapan konflik di Timur Tengah akan mereda.

"Kita belum tahu sampai kapan perang di Timur Tengah ini terjadi, karena dengan keterlibatan AS kemungkinan besar perang akan semakin dahsyat," ujarnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Setengah Logistik Indonesia Bertumpu di Tanjung Priok

Selasa, 14 April 2026 | 05:58

Dana asing ke NGO Rawan jadi Alat Kepentingan Global

Selasa, 14 April 2026 | 05:46

Mantan Pj Bupati Tapteng Jabat Kajati Sultra

Selasa, 14 April 2026 | 05:23

BGN Luruskan Info Beredar soal Pengadaan Barang Operasional MBG

Selasa, 14 April 2026 | 04:59

Ke Mana Arah KDKMP?

Selasa, 14 April 2026 | 04:30

Anak Asuh Kurniawan DY Sukses Bungkam Timor Leste 4-0

Selasa, 14 April 2026 | 04:15

Komisi XIII DPR: LPSK Resmi jadi Lembaga Negara

Selasa, 14 April 2026 | 03:53

Pentagon Ungkap Isi Pertemuan Menhan RI dan Menteri Perang AS soal Kemitraan

Selasa, 14 April 2026 | 03:35

Ganggu Iklim Usaha, Wacana Penghentian Restitusi Pajak Perlu Ditinjau Kembali

Selasa, 14 April 2026 | 03:15

Mantan Dirdik Jampidsus Kejagung Jabat Kajati Jatim, Ini Profilnya

Selasa, 14 April 2026 | 02:45

Selengkapnya