Berita

Mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev/Net

Dunia

Rusia: Serangan Trump Picu Perang Baru di Timur Tengah

MINGGU, 22 JUNI 2025 | 20:13 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Seorang pejabat senior Rusia, Dmitry Medvedev, mengecam keras serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran, menyebutnya sebagai perang baru yang justru akan memperkuat posisi pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di tengah rakyatnya.

"Trump, yang datang sebagai presiden pembawa damai, telah memulai perang baru bagi AS," ujar mantan Presiden Rusia yang datang ini menjabat Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Medvedev,  dalam pernyataan pada Minggu malam waktu Moskow, 22 Juni 2025. 

Ia bahkan mengkritisi upaya Pakistan menominasikan nama Trump untuk meraih Penghargaan Nobel Perdamaian. 


“Dengan keberhasilan semacam ini, Trump tidak akan memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian," tambahnya, seperti dimuat Reuters

Medvedev menilai bahwa alih-alih melemahkan rezim Iran, tindakan Trump akan memicu konsolidasi masyarakat di sekitar Khamenei. 

"Rezim politik Iran telah dipertahankan, dan sangat mungkin telah menjadi lebih kuat. Orang-orang berkonsolidasi di sekitar kepemimpinan spiritual, bahkan mereka yang tidak bersimpati padanya," tegasnya.

Lebih lanjut, Medvedev mengatakan bahwa infrastruktur nuklir Iran tampaknya tetap utuh meskipun menjadi target serangan AS. Ia juga memperingatkan bahwa Washington kini menghadapi risiko terseret ke dalam operasi darat yang lebih dalam.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk keras serangan tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap semangat Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT). 

"Sudah jelas bahwa eskalasi yang berbahaya telah dimulai, yang sarat dengan pelemahan lebih lanjut terhadap keamanan regional dan global. Risiko konflik yang menyebar di Timur Tengah, yang sudah dilanda berbagai krisis, telah meningkat secara signifikan," bunyi pernyataan resmi tersebut. 

Presiden Vladimir Putin sebelumnya telah menawarkan diri sebagai penengah antara Washington dan Teheran, meski ia menolak mengomentari kemungkinan AS dan Israel akan membunuh Khamenei. 

Putin menyebut Israel telah memberikan jaminan bahwa spesialis Rusia yang sedang membangun dua reaktor nuklir di Bushehr tidak akan menjadi sasaran dalam serangan udara.

Di dalam negeri, sejumlah suara nasionalis dan tokoh konservatif menyerukan Rusia untuk meningkatkan dukungannya terhadap Iran, meniru bantuan militer dan intelijen yang diberikan AS kepada Ukraina.

"Sudah waktunya bagi kita untuk membantu Teheran. Dan pada saat yang sama, untuk menawarkan bantuan diplomatik kepada Amerika Serikat dan Iran dalam negosiasi perdamaian dengan menunjuk utusan khusus untuk ini. Dua pihak dapat bermain dalam permainan ini," kata pengusaha Rusia Konstantin Malofeyev.

Igor Girkin, tokoh nasionalis yang saat ini dipenjara, memperingatkan bahwa tanpa dukungan dari Rusia dan Tiongkok, Iran dapat menghadapi kehancuran total. 

"Jika Iran tidak menerima dukungan yang diperlukan dari sekutunya, Rusia dan China, dan dukungan yang sangat serius dan signifikan, maka kemungkinan besar, dalam waktu satu bulan, musuh-musuhnya akan mencapai ini," tulisnya di Telegram.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Gubernur Fakhiri Raih Golden Leader Award JMSI

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:02

1.000 Siswa Yatim Piatu Pemegang KJP Ikuti Try Out Gratis

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:30

Pemerintah Timor Leste Didorong Kembali Aktifkan Pas Lintas Batas

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:13

DKI Kunci Stok Beras dan Telur, Harga Dijaga Tetap Stabil

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:00

Ilusi Swasembada Pangan Kementan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:45

RI Siap Borong Minyak AS Senilai Rp252 Triliun Pekan Depan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:28

Kembali Diperiksa BPK, Gus Yaqut Sampaikan Klarifikasi Hingga Konfrontasi

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:13

Ulama Penjaga Optimisme dan Keteguhan Batin Rakyat Aceh

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:04

Diperiksa di Mapolresta Solo, Jokowi Beberkan Kisah Perkuliahan Hingga Skripsi

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:50

NU Harus Bisa Menjawab Tantangan Zaman di Abad Kedua Perjalanan

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:38

Selengkapnya