Berita

Menu MBG di sekolah Tanggerang Selatan/Net

Politik

Menu MBG Isi Snack Kemasan, Padahal Sudah Serap Anggaran Rp4,4 Triliun

SABTU, 21 JUNI 2025 | 17:52 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Distribusi bantuan makanan bergizi gratis (MBG) untuk siswa sekolah dasar kembali menjadi sorotan. 

Di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, paket makan bergizi yang dibagikan kepada siswa dan orang tua justru didominasi camilan ringan dalam kemasan, alih-alih makanan segar bernutrisi tinggi.

Paket MBG itu dibagikan sekolah ke setiap orang tua murid usai pembagian rapor. Setiap orang tua murid diketahui menerima satu goodie bag yang bisa dibawa pulang, berisi dua roti cokelat, satu kotak susu cokelat ukuran 115 ml.


Selain itu mereka juga menerima satu sachet minuman sereal rasa vanila, empat bungkus snack kentang, empat sachet biskuit stik mini, tiga bungkus biskuit kelapa, tiga bungkus kacang atom, dan satu bungkus kacang kulit.

Komposisi makanan yang lebih didominasi oleh produk kemasan ini sontak mengundang pertanyaan atas efektivitas program ini dalam mendukung kecukupan gizi anak-anak usia sekolah.

“Dari kasus keracunan massal karena makanan basi sampai sekarang anak dikasih jajanan ringan kemasan. Udah bener MBG distop aja. Tidak ada perbaikan tata kelola, tidak ada akuntabilitas, transparansi. Makin hari makin jauh dari bergizi,” kata salah satu warganet di platform X.

Sebelumnya, sempat ramai juga terkait bahan mentah berupa beras yang dibagikan oleh SPPG Kota Tangerang Selatan-Cempaka Putih, dengan dalih dapat disimpan lebih lama.

“Beras diberikan dalam bentuk mentah agar dapat dibawa pulang dan disimpan lebih lama," kata Kepala SPPG Yasmit Ciputat Timur, A Basiro.

Basiro menerangkan, pihaknya menyalurkan MBG dalam bentuk bahan mentah ke 18 sekolah dengan total penerima 4.075 siswa. 

Di tengah polemik menu makanan tersebut, Kementerian Keuangan dalam Laporan APBN edisi Mei 2025 mengungkapkan bahwa program MBG telah menyerap anggaran hingga Rp4,4 triliun per 12 Juni 2025. Jumlah ini melonjak drastis dari realisasi awal Januari yang baru mencapai Rp45,1 miliar.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara bahkan mengatakan dana tersebut meningkat Rp1,1 triliun dalam waktu 12 hari, dari penyerapan akhir Mei 2025 sebesar Rp3,3 triliun.

“Per tanggal 12 Juni 2025 telah dibelanjakan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk MBG adalah Rp4,4 triliun. Kalau kita lihat akhir bulan Mei 2025 Rp3,3 triliun, sampai setengah bulan nambah Rp1,1 triliun," kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KITA, Selasa 17 Juni 2025.

Lebih lanjut, Wamenkeu itu melaporkan bahwa dana MBG telah digunakan untuk menjangkau 4,89 juta penerima manfaat di Indonesia.

"Ini dilaksanakan oleh 1.716 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum dan manfaatnya diberikan oleh 4,89 juta penerima manfaat," jelasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya