Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Sistem Air Lumpuh, Warga Gaza Terancam Mati Kehausan

SABTU, 21 JUNI 2025 | 09:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah berbulan-bulan dilanda perang dan kelaparan parah, warga Gaza kini menghadapi ancaman kehausan akibat lumpuhnya sistem air bersih di wilayah tersebut.

Sebagian besar instalasi penting seperti pengolahan air limbah, saluran pembuangan, waduk, hingga jaringan pipa rusak berat akibat serangan. Situasi makin memburuk sejak Maret lalu, saat Israel memutus pasokan listrik ke fasilitas desalinasi utama yang jadi sumber utama air bersih bagi warga Gaza.

Juru bicara UNICEF, James Elder, menyebut kondisi saat ini sangat gawat. 


“Kami jauh di bawah standar minimum untuk kebutuhan air minum. Anak-anak bisa mulai meninggal karena kehausan,” ujarnya kepada The Guardian, Sabtu 21 Juni 2025. 

Elder menambahkan, hanya 40 persen fasilitas air yang masih bisa berfungsi.

Di tengah krisis ini, kekerasan terus berlanjut. Sedikitnya 24 orang tewas akibat tembakan Israel saat mereka sedang menunggu bantuan di Gaza tengah pada Jumat. Menurut otoritas kesehatan setempat, puluhan lainnya terluka.

Direktur Rumah Sakit al-Awda di Nuseirat, Marwan Abu Nasser, menjelaskan kondisi korban sangat mengenaskan. 

“Banyak yang mengalami luka parah di dada dan kepala. Ada perempuan, anak-anak, dan remaja di antara korban. Mereka datang dari berbagai kalangan untuk mencari bantuan,” katanya.

Sementara itu, sistem distribusi bantuan juga menjadi sorotan. Ratusan warga Palestina tewas dalam beberapa minggu terakhir saat berusaha mendapatkan bantuan dari Gaza Humanitarian Foundation (GHF), sebuah organisasi yang didukung oleh AS dan Israel. GHF baru mulai beroperasi menggantikan sistem bantuan yang sebelumnya dijalankan oleh PBB.

Israel menuduh sistem PBB dimanfaatkan oleh Hamas untuk mencuri dan menjual bantuan, namun tuduhan ini dibantah oleh badan-badan PBB dan lembaga kemanusiaan internasional. Mereka menilai sistem baru buatan GHF tidak efektif dan tidak manusiawi.

Meski begitu, GHF mengklaim telah menyalurkan lebih dari 30 juta makanan “secara aman dan tanpa insiden” sejak beroperasi sebulan lalu.

Konflik Gaza masih terus memanas sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang lainnya, dengan 53 sandera masih belum dibebaskan. 

Sejak saat itu, lebih dari 55.600 warga Gaza telah tewas, mayoritas adalah warga sipil, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya