Berita

Mantan Jurubicara Presiden ke-4 RI Abdurahman Wahid alias Gus Dur, Adhie Massardi/Rep

Politik

Adhie Massardi:

Wujudkan Prabowonomic, Pasal 33 Perlu Dibuat Turunan

SABTU, 21 JUNI 2025 | 02:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan jurubicara Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Adhie Massardi, menyatakan Presiden Prabowo Subianto memiliki keikhlasan dalam memimpin dan harus memanfaatkannya untuk mewujudkan cita-cita bangsa.

Hal ini disampaikan Adhie saat menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk “Prabowonomics dan Tantangan Terbesar di Era Perang Global” yang digagas Great Institute secara virtual, Jumat 20 Juni 2025

“Menurut Gus Dur, Prabowo adalah pemimpin paling ikhlas. Kalau dia ikhlas, dia akan berani mempertaruhkan jabatan demi kepentingan bangsa,” kata Adhie.


Ia setuju dengan pernyataan mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier yang menilai konsep Prabowonomic harus sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945

Namun Adhie menilai Pasal 33 UUD 1945 yang mengatur tentang perekonomian nasional selama ini tidak pernah benar-benar diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret. 

"Pasal 33 itu mengambang. Harusnya ada undang-undang turunan yang mengatur jelas, terutama mengenai hasil sumber daya alam,” tegasnya.

Adhie menjelaskan bahwa sebagian dari hasil kekayaan alam seharusnya langsung dialokasikan untuk kesejahteraan rakyat, termasuk pertanian, pendidikan, koperasi, dan UKM. 

"Harusnya dari awal itu sudah dipisahkan, ini peruntukannya untuk ini, baru sisanya dikirim ke APBN. Dengan demikian akan tercipta keadilan," kata Adhie.

Dengan mayoritas dukungan di parlemen, Adhie menilai Prabowo memiliki kesempatan untuk mendorong lahirnya undang-undang turunan pelaksana Pasal 33. 

Namun ia juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar adalah memastikan konsistensi antara ucapan dan tindakan. 

“Tantangan Prabowo hari ini adalah bagaimana menyatukan kembali kata dan perbuatan, agar tidak dikira cuma omon-omon,” pungkas Adhie.




Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya