Berita

Penampakan uang korupsi hasil sitaan Kejaksaan Agung/RMOL

Politik

Bikin Koruptor Kapok Kunci Indonesia Jadi Bangsa Besar

KAMIS, 19 JUNI 2025 | 15:27 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Langkah Kejaksaan Agung yang konsisten mengungkap serta memamerkan hasil sitaan dari kasus-kasus korupsi yang merugikan negara patut diapresiasi.

Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai keterbukaan ini menjadi bukti nyata bahwa penegakan hukum terhadap koruptor tengah bergerak ke arah yang positif.

“Kita mengapresiasi Kejaksaan Agung yang termasuk rajin mengekspos bagaimana korupsi merugikan negara. Hasil sitaan bahkan ditumpuk dan tingginya hampir mencapai dua meter,” ujar Adi lewat kanal YouTube miliknya, Kamis 19 Juni 2025.


Tak mengherankan jika publik memberikan dukungan besar kepada aparat penegak hukum seperti Kejaksaan Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan kepolisian yang berani membongkar kasus-kasus korupsi. 

“Yang membuat negara kita miskin dan masyarakat sulit mendapat pekerjaan ya karena korupsi. Jadi ketika korupsi dibongkar, itu menjadi harapan besar masyarakat,” katanya.

Upaya Kejaksaan Agung dalam mengungkap kasus demi kasus, serta memamerkan hasil sitaan kepada publik, bukan hanya menunjukkan keseriusan dalam penindakan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa korupsi adalah masalah besar yang harus dilawan bersama. 

Analis politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu berharap pengungkapan ini menjadi panduan bahwa korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang harus diberantas tuntas.

“Salah satu kunci agar Indonesia bisa jadi bangsa besar, maju secara ekonomi, adalah menindak para koruptor hingga mereka kapok dan tak lagi berbuat onar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Adi juga menyinggung pentingnya transparansi dalam kasus-kasus besar lainnya. Ia menyebut publik menantikan perkembangan penyitaan dalam kasus seperti korupsi di PT Timah yang ditaksir merugikan negara hingga Rp300 triliun.

“Tentu kita ingin tahu, ketika uang kasus PT Timah itu disita, kalau ditumpuk akan setinggi dan selebar apa,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya