Berita

Legislator Nasdem, Amelia Anggraini/Net

Politik

RI Harus Perkuat Diplomasi dan Mitigasi Nasional Imbas Konflik Iran-Israel

KAMIS, 19 JUNI 2025 | 12:50 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel disorot Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Nasdem, Amelia Anggraini. 

Amelia mengatakan, situasi tersebut bukan hanya ancaman bagi kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas global secara lebih luas.

Menurut Amelia, Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip perdamaian, non intervensi, dan politik luar negeri bebas aktif, tidak bisa bersikap pasif terhadap dinamika geopolitik tersebut. 


Kata Amelia, konflik berkepanjangan antara Iran dan Israel membawa konsekuensi serius, terutama dalam aspek keamanan regional dan perekonomian dunia.

“Jika jalur strategis seperti Selat Hormuz sampai terdampak, misalnya ditutup oleh Iran sebagai bentuk eskalasi, maka kita berhadapan dengan potensi disrupsi pasokan energi dunia," kata Amelia kepada RMOL, sesaat lalu, Kamis 19 Juni 2025. 

Hal ini, kata Amelia, akan memicu lonjakan harga minyak, memukul industri global, dan berdampak pada stabilitas ekonomi domestik Indonesia. 

"Inflasi, krisis pangan, dan tekanan terhadap nilai tukar adalah risiko nyata yang harus diantisipasi,” kata Amelia.

Kapoksi BKSAP Fraksi Nasdem ini juga menekankan potensi efek domino dari konflik yang dapat merembet ke negara-negara sekitar, termasuk kemungkinan panic buying, ketegangan sosial, hingga gelombang pengungsian. 

Dalam konteks ini, kata Amelia, Indonesia diminta untuk tidak hanya fokus pada dampak ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan aspek kesiapsiagaan politik dan kemanusiaan.

Amelia menegaskan bahwa Komisi I DPR RI mendorong pemerintah untuk mengambil langkah konkret dalam dua arah strategis. 

“Pertama, memperkuat diplomasi deeskalasi dengan menjalin komunikasi yang intensif, baik dalam kerangka ASEAN maupun dengan negara-negara Global South yang masih dipercaya sebagai pihak netral. Indonesia harus tampil sebagai jembatan perdamaian dan membawa semangat dialog ke berbagai forum multilateral, termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungannya ke Rusia, dan berharap isu Timur Tengah termasuk konflik Iran–Israel menjadi bagian dari pembicaraan bilateral dengan Presiden Vladimir Putin.

“Dalam konteks ini, diplomasi pertahanan tidak hanya berarti kerja sama militer, tapi juga menyangkut kontribusi aktif Indonesia dalam menciptakan keamanan kawasan secara damai,” tuturnya.

Amelia pun mendorong pemerintah agar menyiapkan skema darurat nasional secara menyeluruh meliputi cadangan energi dan pangan, serta sistem perlindungan sosial guna menghadapi potensi dampak eskalasi konflik di Timur Tengah.

“Ketahanan nasional kita tidak boleh reaktif; ia harus dibangun secara antisipatif dan lintas sektor,” tegasnya.

Lebih jauh, Amelia mengingatkan pentingnya peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Sebab, Indonesia memiliki rekam jejak yang kuat sebagai negara yang konsisten memperjuangkan perdamaian dunia. 

“Kini saatnya kita menunjukkan kembali posisi itu!bukan dengan kekuatan militer, melainkan dengan keberanian untuk berdiri di garis depan diplomasi kemanusiaan dan keamanan kolektif,” pungkasnya.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

PR Gus Kikin: Pembenahan Sektor Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi

Sabtu, 05 September 2026 | 00:27

Tiga Ayat NU

Sabtu, 05 September 2026 | 00:11

Kapasitas PSEL Dinilai Belum Cukup Imbas Penutupan 343 TPA

Jumat, 04 September 2026 | 23:56

Pendekar 08 Perluas Bantuan ke Sekolah Hingga Pengungsi Mandiri di NTT

Jumat, 04 September 2026 | 23:40

Garudayaksa FC Gandeng Zentara Sambut Super League

Jumat, 04 September 2026 | 23:28

Gerilya Diplomasi: Menjahit Kepentingan Nasional di Panggung Global

Jumat, 04 September 2026 | 23:20

SMK Go Global Jadi Strategi Siapkan Calon PMI Masuk Bursa Kerja Dunia

Jumat, 04 September 2026 | 23:01

Pemuda Nganggur adalah Hasil Salah Kebijakan

Jumat, 04 September 2026 | 22:40

AMPI Siap Gelar Rapimnas 8 September, Ini yang Dibahas

Jumat, 04 September 2026 | 21:40

wondr by BNI Jadi Official Banking Partner IdeaFest 2026

Jumat, 04 September 2026 | 21:25

Selengkapnya