Berita

Baterai Arrow II, pencegat rudal Israel yang didukung AS, terlihat di pangkalan di Palmachim, sebelah selatan Tel Aviv, pada 29 Mei 2013/Net

Global

Pencegat Rudal Israel Bisa Boncos Jika Perang dengan Iran Berlanjut

RABU, 18 JUNI 2025 | 12:14 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kekhawatiran kian meningkat di kalangan pejabat Amerika Serikat terkait menipisnya persediaan pencegat rudal Israel, seiring konflik bersenjata antara Tel Aviv dan Teheran yang telah memasuki hari keenam. 

Laporan Middle East Eye menyebutkan bahwa Israel dengan cepat menghabiskan stok rudal balistik canggihnya, terutama setelah Iran melancarkan operasi balasan bertajuk True Promise III sejak 13 Juni lalu.

Mengutip seorang pejabat senior AS, laporan itu menggarisbawahi bahwa sistem pertahanan udara seperti Arrow, yang dikembangkan bersama oleh AS dan Israel untuk mencegat rudal jarak jauh, tidak hanya mahal, tetapi juga sulit diproduksi dalam jumlah besar dalam waktu singkat. 


“Jenis pencegat yang dibutuhkan untuk menembak jatuh rudal balistik mahal dan sulit diproduksi dalam jumlah besar,” ujar Dan Caldwell, mantan pejabat senior Pentagon, seperti dikutip pada Rabu, 18 Juni 2025.

Kondisi ini mengundang kekhawatiran tersendiri di pemerintahan AS, terutama jika situasi memaksa keterlibatan langsung militer Amerika dalam konflik. 

Sumber-sumber di Departemen Pertahanan menyatakan bahwa pembalasan besar-besaran dari Iran dapat menipiskan cadangan pencegat global AS, yang akan berdampak strategis pada keamanan kawasan.

"Kami tidak tahu berapa banyak lagi yang bisa diluncurkan Iran. Saya pikir masalahnya lebih pada peluncur daripada rudal," kata Josh Paul, mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS yang mundur sebagai bentuk protes terhadap dukungan AS dalam serangan Israel ke Gaza. 

Sementara itu, laporan dari tiga pejabat Arab yang terlibat dalam upaya mediasi antara Washington dan Teheran menyebutkan bahwa potensi keterlibatan langsung militer AS kian besar. 

Banyak analis bahkan menilai Washington kini telah menjadi de facto pihak yang ikut berperang.

Di medan pertempuran, militer AS disebut telah mengerahkan rudal SM-3 berbasis kapal untuk menembak jatuh rudal Iran dari Mediterania timur. 

Namun, seorang pejabat pertahanan AS menegaskan bahwa meskipun rudal tersebut efektif, persediaannya tetap terbatas.

Krisis ini juga menyeret dinamika politik dalam negeri AS. Beberapa jam setelah mengeluarkan ancaman langsung terhadap Iran, Presiden Donald Trump dilaporkan menggelar pertemuan darurat dengan penasihat keamanan nasional di Ruang Situasi Gedung Putih. 

Dalam unggahan media sosialnya usai pertemuan, Trump menulis pernyataan ambigu tentang kemungkinan pembunuhan terhadap  Ayatollah Ali Khamenei dan mendesak Iran menyerah tanpa syarat. 

“Kami tahu persis di mana yang disebut ‘Pemimpin Tertinggi’ bersembunyi. Kami tidak akan menghabisinya (membunuhnya!), setidaknya tidak untuk saat ini. Kesabaran kami menipis. Menyerah tanpa syarat," tulis Trump.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya