Berita

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA, Selasa 17 Juni 2025/RMOL

Bisnis

Sri Mulyani Beberkan APBN Tekor Lagi Rp21 Triliun di Akhir Mei 2025

SELASA, 17 JUNI 2025 | 15:19 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Mei 2025 kembali mengalami defisit sebesar Rp21,0 triliun atau setara 0,09 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka ini melebar dari laporan bulan sebelumnya, yang tercatat surplus  sebesar Rp4,3 triliun atau setara 0,02 persen terhadap PDB pada April 2025.

"Postur APBN kita hingga 31 Mei 2025 defisit Rp21,0 triliun. Kalau bulan lalu surplus Rp4,3 triliun, bulan ini defisit Rp21 triliun, apa artinya? tahun ini UU APBN menetapkan defisit  total nanti Rp616,2 triliun, jadi Rp21 triliun ini masih sangat keci, tapi kita akan terus pantau," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA Selasa 17 Juni 2025.


Sri Mulyani merinci pendapatan negara hingga Mei 2025 mencapai Rp995,3 triliun atau setara 33,1 persen dari target penerimaan. 

Berdasarkan paparan yang dijelaskan Sri Mulyani, pendapatan tersebut berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp806,2 triliun atau 33.1 persen dari target, yang terdiri dari penerimaan pajak 806,2 triliun (32,4 persen) dan kepabeanan cukai Rp122,9 triliun atau 40,7 persen dari yang ditargetkan. 

Selain itu, penerimaan negara juga berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tercatat Rp188,7 triliun atau 36,7 persen dari yang ditetapkan.

Sementara realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp1.016,3 triliun atau sudah 28,1 persen dari pagu anggaran yang didesain pemerintah, angka ini lebih tinggi dari belanja bulan sebelumnya sebesar Rp806,2 triliun.

Belanja negara itu terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp694,2 triliun atau setara 25,7 persen dari yang ditargetkan, dan transfer daerah yang mencapai Rp322,0 triliun atau 35,0 persen dari pagu anggaran.

Selanjutnya bendahara negara itu mengatakan keseimbangan primer APBN Mei 2025 tercatat surplus Rp192,1 triliun.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Kebijakan WFH Sehari Tunggu Persetujuan Presiden

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03

Tito Pastikan Skema WFH Sehari Tak Hambat Layanan Pemda

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Purbaya Guyur Dana Lagi Rp100 Triliun ke Bank Himbara

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:45

Efisiensi Anggaran Harus Terukur dan Terarah

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:33

Pengamat Soroti Pertemuan Anies, SBY, dan AHY: CLBK Jelang 2029

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:22

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp239 Triliun

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16

Efisiensi Energi Jangan Korbankan Pendidikan lewat Pembelajaran Daring

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:11

Emas Antam Mandek, Buyback Merosot ke Rp2,49 Juta per Gram

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01

Akreditasi Dapur MBG Jangan Hanya Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00

KSP: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:58

Selengkapnya