Berita

Buah-buahan/RMOL

Bisnis

Sempat Diblokir, Kamboja Kembali Izinkan Buah Asal Thailand Masuk

SENIN, 16 JUNI 2025 | 16:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Kamboja akhirnya kembali mengizinkan masuknya truk pengangkut buah dari Thailand, setelah sempat dilakukan pemblokiran singkat.

Langkah ini diambil setelah adanya perundingan antara pejabat lokal dari kedua negara. Mulai Minggu, 15 Juni 2025  pukul 09.30 pagi, Kamboja mulai menerima truk buah dari Thailand - kecuali truk yang berasal dari Provinsi Chanthaburi, yang berbatasan langsung dengan Kamboja.

"Larangan itu sebenarnya sebagai balasan karena Thailand sebelumnya menolak buah-buahan dari Kamboja, termasuk mangga, untuk masuk ke Chanthaburi," kata Kepala Bea Cukai Klong Yai, Nirote Watrangkun, dikutip dari Bangkok Post.


Namun karena sulit membedakan truk mana yang berasal dari Chanthaburi, pihak Kamboja akhirnya setuju membuka kembali semua jalur pengiriman buah lewat perbatasan Ban Hat Lek.

Sementara itu, Kepala Distrik Khlong Yai, Cherdsak Chumnasiaw, menjelaskan bahwa hubungan antara pejabat lokal Thailand dan Kamboja cukup baik, dan kesepakatan dicapai karena permintaan buah dari Thailand sangat tinggi di wilayah Koh Kong (Kamboja) dan Vietnam.

"Setiap harinya, setidaknya ada 30 truk yang mengekspor buah dari Thailand lewat Ban Hat Lek ke Koh Kong, dan jumlahnya terus meningkat," ujarnya.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

Program Prabowo Tak Akan Berdampak Jika Soliditas Internal Rapuh

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:03

Prabowo Tantang Danantara Capai Return on Asset 7 Persen

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:01

Pakar: Investigasi Digital Forensik Bisa jadi Alat Penegakan Hukum Kasus Investasi

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:46

Wapres Tekankan Kuartal I Momentum Emas Sektor Pariwisata

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:40

Kapolri Siap Bangun Lebih dari 1.500 SPPG Selama 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:26

Kolaborasi Inspiratif: Dari Ilustrasi ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:20

Setnov Hadir, Bahlil Hanya Pidato Singkat di HUT Fraksi Partai Golkar DPR

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:18

Kepala BPKH: Desain Kelembagaan Sudah Tepat, Tak Perlu Ubah Struktur

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:16

Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:53

Keuangan Haji Harus Berubah, Wamenhaj Dorong Tata Kelola yang Lebih Modern

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:36

Selengkapnya