Berita

Menteri Kebudayaan Fadli Zon/RMOL

Politik

Fadli Zon Wanti-wanti Penggunaan Istilah Perkosaan Massal 1998

SENIN, 16 JUNI 2025 | 11:29 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Kebudayaan Fadli Zon akhirnya buka suara setelah menuai kritik atas pernyataannya yang menyebut tidak terdapat bukti kuat terkait pemerkosaan massal dalam kerusuhan Mei 1998.

Melalui akun X resminya, Senin 16 Juni 2025, Fadli menyatakan apresiasinya terhadap kepedulian publik terhadap sejarah, khususnya era transisi reformasi. 

Namun, Fadli menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan istilah perkosaan massal yang menurutnya belum memiliki bukti hukum dan akademik yang konklusif.


“Laporan TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) hanya menyebut angka tanpa data pendukung yang solid baik nama, waktu, tempat kejadian atau pelaku. Di sinilah pentingnya ketelitian karena menyangkut kebenaran dan nama baik bangsa,” ujarnya.

Fadli menekankan bahwa pernyataannya bukan bentuk penyangkalan terhadap kekerasan seksual, melainkan seruan untuk memastikan sejarah ditulis berdasarkan bukti yang terverifikasi. 

Mantan aktivis 98 itu turut mengecam keras segala bentuk kekerasan seksual terhadap perempuan, baik di masa lalu maupun yang masih terjadi saat ini.

Ia juga menyebut bahwa istilah massal dalam konteks pemerkosaan 1998 telah menjadi pokok perdebatan selama lebih dari dua dekade, dan karena itu perlu dikelola secara bijak dan empatik.

“Berbagai tindak kejahatan memang terjadi dalam kerusuhan 13-14 Mei 1998, termasuk kekerasan seksual. Namun terkait ‘perkosaan massal’ perlu kehati-hatian karena data peristiwa itu tak pernah konklusif," tutupnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya