Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Perang Picu Permintaan Aset Aman, Harga Emas Melonjak

SABTU, 14 JUNI 2025 | 07:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas meroket karena investor berbondong-bondong beralih ke aset aman akibat kekhawatiran geopolitik 

Israel meluncurkan serangan udara ke Iran yang memicu kekhawatiran meluasnya konflik di Timur Tengah.

"Serangan Israel ke target-target Iran menciptakan ketakutan geopolitik di pasar. Harga akan tetap tinggi dalam antisipasi balasan dari Iran," jelas Daniel Pavilonis, Strategis Pasar Senior di RJO Futures, dikutip dari Reuters.


Harga emas spot di pasar New York naik 1,3 persen menjadi 3.428,10 Dolar AS per ons pada perdagangan Jumat 13 Juni 2025 waktu setempat, atau Sabtu dini hari WIB.

Angka itu mendekati rekor tertingginya di 3.500,05 Dolar AS yang tercapai April lalu. 

Sedangkan kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 1,5 persen di level 3.452,80 Dolar AS.

Data inflasi AS yang lebih lunak awal pekan ini semakin juga mendorong kenaikan harga emas, memperkuat ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve.

Logam mulia ini dikenal sebagai aset penyimpan nilai, terutama selama gejolak ekonomi dan ketegangan geopolitik. Emas juga cenderung menguat di lingkungan suku bunga rendah.

Logam lainnya, harga spot perak sedikit melemah 0,3 persen ke 36,27 Dolar AS per ons. Platinum anjlok 5,9 persen ke 1.219,03 Dolar AS. Paladium turun 1,3 persen ke 1.041,51 Dolar AS.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Klaim Bahlil soal Energi Aman Patut Dipertanyakan

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:10

Kabut Perang Selimuti Wall Street, Nasdaq Jatuh Paling Dalam

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:09

Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Iran

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:02

Tanpa Perencanaan, Pendatang Baru Berpotensi Jadi Beban

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:01

OJK Prediksi Sejumlah Bank Besar akan Naik Kelas ke KBMI IV pada 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:45

Harga Emas Anjlok Tertekan Dolar AS dan Proyeksi Suku Bunga Tinggi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:34

Bursa Eropa Tumbang, Indeks STOXX 600 Dekati Fase Koreksi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:21

Pertama dalam Sejarah, Tanda Tangan Presiden Donald Trump akan Dicetak di Dolar AS

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:07

Ekonomi Indonesia: Makro Sehat, Mikro Sekarat

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:35

Bekas Kepala KSOP Belawan Jadi Tersangka Skandal PNBP

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:24

Selengkapnya