Berita

Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Okta Kumala Dewi/Ist

Politik

Komisi I DPR:

Indo Defence 2025 Simbol Keseriusan Bangun Kemandirian Pertahanan

SABTU, 14 JUNI 2025 | 00:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Suksesnya penyelenggaraan Indo Defence 2025 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, diapresiasi Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Okta Kumala Dewi.

Ia menilai forum tersebut bukan sekadar ajang pameran alutsista, tetapi menjadi momentum penting bagi Indonesia dalam memperkuat kemandirian pertahanan serta memperluas kerja sama internasional di bidang teknologi militer.

Menurutnya, Indo Defence telah berkembang menjadi panggung strategis yang mempertemukan negara-negara sahabat, pelaku industri pertahanan nasional, serta mitra global dalam satu visi besar: membangun pertahanan yang modern, adaptif, dan berdikari. 


Ia menilai hadirnya peserta dari berbagai negara merupakan bukti kepercayaan dunia terhadap arah kebijakan pertahanan Indonesia.

“Pameran ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain yang diperhitungkan dalam ekosistem pertahanan global. Kehadiran industri pertahanan dalam negeri, baik BUMN maupun swasta, harus terus didorong agar mampu bersaing secara teknologi dan kualitas,” ujar Okta dalam keterangan resminya, Jumat, 13 Juni 2025. 

Legislator PAN ini juga menekankan pentingnya keberlanjutan kerja sama bilateral dan multilateral yang lahir dari forum tersebut. 

Masih kata dia, berbagai kesepahaman yang dijalin dengan negara-negara mitra harus diikuti dengan langkah konkret, khususnya dalam hal transfer teknologi, peningkatan sumber daya manusia, serta penguatan basis produksi nasional.

Sebagai anggota Komisi I DPR yang membidangi pertahanan, luar negeri, dan intelijen, Okta menyatakan bahwa DPR memiliki peran penting dalam mengawal arah pembangunan pertahanan nasional. 

Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan agar kebijakan anggaran dan regulasi yang dihasilkan berpihak pada penguatan industri pertahanan dalam negeri dan mendorong inovasi teknologi seperti kecerdasan buatan, sistem pertahanan siber, dan pengembangan drone.

“Indo Defence adalah cerminan dari keseriusan kita membangun pertahanan yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga mandiri secara teknologi. Ini adalah saat yang tepat bagi Indonesia untuk membuktikan bahwa kita mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam hal pertahanan nasional,” demikian Okta.

Indo Defence Expo & Forum 2025 diselenggarakan pada 11–14 Juni 2025 dan menjadi salah satu agenda utama pertahanan nasional yang dihadiri oleh lebih dari 1.180 peserta dari 42 negara. Acara ini menampilkan inovasi terbaru di sektor pertahanan darat, laut, udara, dan siber.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

Program Prabowo Tak Akan Berdampak Jika Soliditas Internal Rapuh

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:03

Prabowo Tantang Danantara Capai Return on Asset 7 Persen

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:01

Pakar: Investigasi Digital Forensik Bisa jadi Alat Penegakan Hukum Kasus Investasi

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:46

Wapres Tekankan Kuartal I Momentum Emas Sektor Pariwisata

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:40

Kapolri Siap Bangun Lebih dari 1.500 SPPG Selama 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:26

Kolaborasi Inspiratif: Dari Ilustrasi ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:20

Setnov Hadir, Bahlil Hanya Pidato Singkat di HUT Fraksi Partai Golkar DPR

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:18

Kepala BPKH: Desain Kelembagaan Sudah Tepat, Tak Perlu Ubah Struktur

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:16

Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:53

Keuangan Haji Harus Berubah, Wamenhaj Dorong Tata Kelola yang Lebih Modern

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:36

Selengkapnya