Berita

Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini/RMOL

Bisnis

Pertamina Siapkan Strategi Mitigasi Hadapi Tekanan Finansial 2025

JUMAT, 13 JUNI 2025 | 20:46 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

PT Pertamina (Persero) memprediksi tekanan finansial akan semakin besar sepanjang 2025 seiring dengan memburuknya sejumlah indikator global. 

Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini, menyatakan bahwa tren pelemahan mulai terlihat sejak 2024 dan diperkirakan berlanjut tahun ini.

"Kalau dilihat dari seluruh parameter global di tahun 2025, dibandingkan 2024 terjadi perburukan, baik dari sisi brand maupun Mean of Platts Singapore (MOPS). Semuanya melandai," ujar Emma saat jumpa pers di Grha Pertamina, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat 13 Juni 2025.


Menurut Emma, kondisi tersebut turut mempengaruhi performa tahunan (year-on-year) 2025. Tekanan juga datang dari sektor hulu, khususnya aset-aset yang terdampak fluktuasi harga dan tantangan investasi. 

Sementara itu, harga minyak dunia yang saat ini bertengger di level 70 Dolar per barel memberikan tekanan tambahan terhadap kinerja keuangan.

“Investasi berpotensi terhambat jika tidak ada terobosan regulasi secara fundamental. Ini yang sedang kami koordinasikan dengan pemerintah,” tambahnya.

Meski begitu, Pertamina telah menyiapkan sejumlah strategi mitigasi yang akan diterapkan pada semester kedua tahun ini. 

Perusahaan pelat merah ini juga berkomitmen mendukung percepatan target produksi satu juta barel minyak per hari pada 2028 melalui reformasi internal dan kerja sama erat dengan regulator.

“Kami akan sikapi betul reformasi agar tidak menghambat percepatan pemerintah menuju 1 juta barel di 2028,” tegas Emma.

Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2024 baik di bidang finansial maupun operasional.

Dari sisi kinerja keuangan, di tahun 2024, Pertamina mencatatkan pendapatan sebesar 75,33 miliar Dolar AS atau setara Rp1.194 triliun, EBITDA senilai 10,79 miliar Dolar AS setara Rp171,04 triliun dan laba bersih senilai 3,13 miliar Dolar AS atau setara dengan Rp49,54 triliun.

Sebagai BUMN, imbuh Fadjar, Pertamina terus memperkuat infrastruktur distribusi energi hingga saat ini lebih dari 15.000 titik retail BBM, 260.000 titik pangkalan LPG, 6.700 gerai Pertashop dan 573 lokasi BBM satu harga tersedia untuk menyalurkan energi ke seluruh pelosok negeri. 

Distribusi energi juga disokong pengoperasian 288 kapal. Dari sisi bisnis gas, Pertamina mengoperasikan lebih dari 33.000 Km pipa transmisi dan distribusi gas serta sekitar 820 ribu sambungan jargas.

Sedangkan dari sisi pengembangan bisnis terbarukan, Pertamina juga menjadi kontributor utama bisnis rendah karbon. Pertamina mengelola 13 wilayah kerja geothermal, PLTGU dan PLTS dengan total kapasitas 2.502,12 Megawatt. 

Pertamina juga memproduksi biofuel B35, Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), Pertamax Green 95 dan proyek Used Cooking Oil (UCO) untuk Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya