Berita

Co-founder Tumbuh Institute, Prof Robet dikukuhkan sebagai Guru Besar Filsafat Sosial di Universitas Negeri Jakarta/Ist

Nusantara

Prof Robet Kukuhkan Gagasan Baru Kewargaan Ekologis di Indonesia

KAMIS, 12 JUNI 2025 | 16:46 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemikir sosial terkemuka sekaligus co-founder Tumbuh Institute, Prof Robet resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Filsafat Sosial di Universitas Negeri Jakarta, Kamis, 12 Juni 2025.

Dalam pidato ilmiahnya yang mengusung tajuk 'Dari Emansipasi ke Ekosipasi: Politik Ekologi dan Kewargaan Baru Indonesia', Prof Robet menyodorkan terobosan intelektual yang membongkar konsep emansipasi klasik antroposentris dan menggantinya dengan visi baru bernama ekosipasi.

“Emansipasi telah gagal menjawab tantangan zaman karena terlalu terpusat pada manusia dan mengabaikan bahaya kiamat antropologis akibat krisis ekologi,” ujar Prof Robet.


Prof Robet mengajak publik meninggalkan paradigma lama yang memisahkan manusia dan alam, dan membangun fondasi ekosipasi, yakni pembebasan manusia bersama-sama dengan alam, bukan justru dengan menaklukkannya. 

Dalam orasinya, ia mengusulkan perlunya cara pandang baru yang menjadikan alam sebagai aktor dan warga negara setara, bukan sekadar objek pembangunan.

Gagasan ekosipasi ini bukan sekadar wacana abstrak. Ia lahir dan berkembang di Tumbuh Institute, wadah pemikiran dan advokasi sosial yang didirikan Prof Robet bersama rekan-rekannya. 

Selama ini, Tumbuh Institute dikenal sebagai inkubator ide-ide progresif dalam bidang keadilan sosial, pendidikan, dan demokrasi. Kini, lembaga tersebut bergerak lebih jauh menjadi salah satu pelopor gerakan intelektual dan aksi kolektif untuk politik ekologis di Indonesia.

Dalam pengukuhannya, Prof Robet juga memperkenalkan istilah eko-nasionalisme, bentuk baru nasionalisme yang memosisikan alam sebagai entitas politik dan hukum yang memiliki hak setara dengan manusia. 

Dalam konteks ini, gunung, sungai, pohon, dan laut bukan hanya pusaka atau sumber daya, tetapi warga negara yang harus dihormati, didengarkan, dan dilindungi.

Menutup pidatonya, Prof Robet menyodorkan solusi praktis atas krisis ekologis yang kian mengancam dunia melalui degrowth atau demokratisasi pertumbuhan. 

Ia menyerukan perlunya membatasi konsumsi dan produksi yang eksploitatif, serta membangun koeksistensi antara manusia dan alam melalui redistribusi sumber daya, dekomodifikasi layanan publik, dan penguatan ekonomi komunitas.

“Kita tidak sedang kekurangan kemajuan, tapi kekurangan keberanian untuk mendefinisikan ulang apa itu kemajuan. Degrowth bukan kemunduran, tapi jalan baru menuju keberlanjutan yang adil,” ujar Prof Robet.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

UPDATE

Surya Paloh: Ramadan Momentum Perkuat Spirit Pengabdian

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:53

Kalender Maret 2026: Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:47

Selain Narkoba, AKBP Didik Terbukti Lakukan Penyimpangan Seksual

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:39

Cara Tukar Uang Baru 2026 di PINTAR BI, Dibuka 26 Februari

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:10

Presiden Prabowo Angkat Prihati Pujowaskito jadi Dirut BPJS Kesehatan

Kamis, 19 Februari 2026 | 20:33

Bareskrim Periksa Admin YouTube Pandji Soal Kasus Toraja

Kamis, 19 Februari 2026 | 20:18

Pegawai Bea Cukai Diultimatum Penuhi Panggilan KPK

Kamis, 19 Februari 2026 | 19:31

Laporan Pemerasan Oknum Peradilan Berpeluang Meningkat

Kamis, 19 Februari 2026 | 19:08

Isu WNI Bergabung dengan Militer Israel Bisa Jadi Bola Liar

Kamis, 19 Februari 2026 | 19:01

Surya Paloh Ajak Tokoh Bangsa Perkuat Silaturahmi di Bulan Ramadan

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:51

Selengkapnya