Berita

Presiden China, Xi Jinping dan presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Dunia

Ini yang Diperoleh China Usai Kesepakatan Dagang dengan AS

RABU, 11 JUNI 2025 | 20:49 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan perdagangan baru antara AS dan China telah tercapai.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan bahwa kesepakatan itu mencakup pasokan tanah jarang dari Beijing dan akses pendidikan bagi mahasiswa China di kampus-kampus AS.

Menurut Trump, China akan memasok mineral tanah jarang dan magnet penting bagi industri strategis Washington. 


Sebagai imbalannya, Washington juga kembali membuka izin bagi mahasiswa China untuk menempuh studi di perguruan tinggi dan universitas di AS.

"KITA MENDAPATKAN TOTAL TARIF 55 persen, CHINA MENDAPATKAN 10 persen. HUBUNGANNYA SANGAT BAIK!" tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social, Rabu 11 Juni 2025.

Trump menambahkan bahwa kesepakatan tersebut saat ini masih menunggu persetujuan akhir dari dirinya dan Presiden China Xi Jinping.

Tanah jarang merupakan kelompok logam penting yang digunakan dalam berbagai produk teknologi tinggi, mulai dari baterai kendaraan listrik hingga sistem pertahanan. 

Selama ini, China menjadi pemasok utama komoditas tersebut di pasar global, namun negara itu mulai membatasi komoditas tersebut sebagai balasan atas tarif tinggi yang dikenakan Trump kepada China.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya