Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

EY Ungkap Daftar Shadow Economy Terbesar Dunia, Nilainya Capai Ribuan Triliun

RABU, 11 JUNI 2025 | 12:51 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Praktik ekonomi yang tidak tercatat dalam sistem resmi negara atau yang dikenal sebagai shadow economy marak terjadi di berbagai belahan dunia. 

Data terbaru dalam Laporan Ekonomi Bayangan Global EY 2025 mengungkap sepuluh negara dengan ekonomi bayangan terbesar di dunia dengan nilai jumbo mencapai triliunan dolar. 

Dalam laporan tersebut, Tiongkok menempati posisi teratas, dengan nilai ekonomi gelap mencapai 3,6 triliun Dolar AS (Rp58.572 triliun) atau 20,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).


Shadow economy sendiri mengacu pada aktivitas yang tidak tercatat dalam sistem perpajakan atau regulasi negara. 

Secara sederhana, ekonomi bayangan berarti uang tersembunyi. Orang-orang dalam ekonomi bayangan ini tidak membayar pajak dan tidak mengikuti aturan. Hal ini menyulitkan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dan tidak adil bagi bisnis yang mengikuti aturan. 

Berikut daftar 10 negara dengan ekonomi bayangan terbesar versi EY 2025:

1. Tiongkok: 3,6 triliun Dolar AS (20,3 persen PDB)
2. Amerika Serikat: 1,4 triliun Dolar AS (5,0 persen PDB)
3. India: 931 miliar Dolar AS(26,1 persen PDB)
4. Brasil: 448 miliar Dolar AS (20,6 persen PDB)
5. Indonesia: 326 miliar Dolar AS (23,8 persen PDB)
6. Meksiko: 320 miliar Dolar AS (17,9 persen PDB)
7. Jerman: 308 miliar Dolar AS (6,8 persen PDB)
8. Jepang: 282 miliar Dolar AS(6,7 persen PDB)
9. Rusia: 265 miliar Dolar AS (13,1 persen PDB)
10. Prancis: 205 miliar Dolar AS (6,7 persen PDB)

Tingginya angka-angka ini berpotensi membuat praktik-praktik korupsi tumbuh subur, karena aktivitas tersebut dilakukan di luar pengawasan dan sering kali melibatkan pembayaran tunai untuk menghindari pelacakan.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa besarnya ekonomi bayangan di berbagai negara berkaitan erat dengan regulasi yang lemah, tingginya beban pajak, dan dominasi sektor informal. 

Di banyak negara berkembang, seperti Indonesia yang menempati urutan ke-lima, sektor informal tumbuh karena sistem pengawasan yang lemah, rumitnya birokrasi, serta kurangnya akses ke perizinan formal. 

Sebagian besar penduduk Indonesia bekerja di pekerjaan informal yang terkait dengan perdagangan skala kecil, jasa, dan pertanian. Banyak transaksi berbasis tunai yang tidak dilaporkan. 

Sektor tersebut memberikan pendapatan bagi banyak orang. Namun, ini juga berarti lebih sedikit pungutan pajak bagi pemerintah. Kondisi ini dinilai memengaruhi perencanaan dan pembangunan ekonomi negara secara keseluruhan.

Sebaliknya, negara-negara seperti AS, Jerman, Jepang, dan Prancis mencatat proporsi ekonomi bayangan yang relatif kecil terhadap PDB meskipun nilainya tetap tinggi. Hal ini disebut menunjukkan efektivitas regulasi dan sistem pengawasan yang lebih siap.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

UPDATE

RI Peringkat 18 Kasus Anti-Dumping, Kalah Agresif dari AS dan India

Selasa, 26 Mei 2026 | 18:19

Publik Diajak Terlibat Awasi Kualitas Makanan Lewat Aplikasi Reviu Pelaksanaan MBG

Selasa, 26 Mei 2026 | 18:04

Keluarga Terdakwa Kasus Pembunuhan di Pemalang Ngadu ke Legislator Nasdem

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:52

Lembang Berpeluang Diserbu Wisatawan saat Long Weekend

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:33

Kemlu RI Rayakan Africa Day 2026 Lewat Laga Persahabatan Diplomatik

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:29

Sudah Bertransformasi, Penguatan Literasi Digital jadi Kunci Cegah TPPO

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:26

Salat Id di Prancis, Prabowo Cetak Sejarah

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:22

RI-Thailand Perkuat Hubungan Bisnis dan Kerja Sama Hukum

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:54

Haji Mabrur Jadi Duta Antikorupsi

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:50

Prabowo Dijadwalkan Salat Iduladha Bersama Diaspora RI di Paris

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:37

Selengkapnya