Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Sektor Keuangan Amblas, Bursa Eropa Ditutup di Garis Datar

RABU, 11 JUNI 2025 | 07:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa relatif mendatar dalam sesi yang bergejolak saat investor menunggu hasil perundingan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China di London yang memasuki hari kedua.

Meskipun tidak ada terobosan besar yang dilaporkan setelah putaran pertama diskusi, pejabat AS menyatakan optimisme tentang negosiasi tersebut.

Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun tipis 0,02 persen atau 0,12 poin menjadi 553,12 pada penutupan perdagangan Selasa 10 Juni 2025 atau Rabu dini hari WIB. Angka ini tidak berubah untuk hari kedua berturut-turut. 


Sektor keuangan tertekan 1,4 persen. Saham UBS termasuk di antara yang paling buruk, turun hampir 4,5 persen, karena investor mulai khawatir tentang dampak potensial dari proposal pemerintah baru yang mengharuskan bank Swiss tersebut untuk menahan tambahan 26 miliar Dolar AS dalam modal. 

Saham bank lainnya juga turun, yaitu Societe Generale 2,4 pesen dan Banco Santander 2,6 persen. 

Saham Deutsche Telekom turun 1,7 persen dan SAP ambles 0,6 persen. 

Saham Novo Nordisk melonjak 6 persen menyusul laporan FT bahwa hedge fund aktivis Parvus Asset Management sedang membangun kepemilikan dalam perusahaan tersebut.

Saham pertahanan juga tersungkur ke level terendah dalam lebih dari satu minggu. Sebaliknya, saham energi membukukan kinerja terbaik, didorong lonjakan harga minyak.

Indeks lainnya bervariasi, Indeks FTSE 100 London hampir mencapai rekor tertinggi di awal sesi setelah data terbaru mengungkapkan perlambatan tajam dalam pertumbuhan gaji di Inggris hingga April, ditambah dengan pengangguran yang mencapai puncaknya dalam empat tahun - memperkuat alasan pemotongan suku bunga oleh Bank of England.

Dikutip dari Reuters, FTSE ditutup menguat 0,24 persen atau 20,80 poin menjadi 8.853,08. CAC Prancis naik 0,17 persen atau 12,86 poin menjadi 7.804,33. DAX Jerman melorot 0,77 persen atau 186,76 poin menjadi 23.987,56.

Di antara saham lainnya, Bellway menguat 7,8 persen setelah developer rumah asal Inggris itu menaikkan perkiraannya untuk produksi volume setahun penuh.

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Hamas Sepakat Lucuti Senjata dengan Syarat

Jumat, 23 Januari 2026 | 10:15

DPR Mulai RDPU Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia

Jumat, 23 Januari 2026 | 10:09

Megawati Rayakan Ultah ke-79 di Istana Batu Tulis

Jumat, 23 Januari 2026 | 10:02

Iran Tuding Media Barat Rekayasa Angka Korban Protes demi Tekan Teheran

Jumat, 23 Januari 2026 | 10:02

IHSG Rebound; Rupiah Menguat ke Rp16.846 per Dolar AS

Jumat, 23 Januari 2026 | 09:59

Gaya Top Gun Macron di Davos Bikin Saham Produsen Kacamata iVision Melonjak

Jumat, 23 Januari 2026 | 09:47

Sekolah di Jakarta Terapkan PJJ Akibat Cuaca Ekstrem

Jumat, 23 Januari 2026 | 09:42

Ini Respons DPP Partai Ummat Pascaputusan PTUN dan PN Jaksel

Jumat, 23 Januari 2026 | 09:34

Purbaya Siapkan Perombakan Besar di Ditjen Pajak demi Pulihkan Kepercayaan Publik

Jumat, 23 Januari 2026 | 09:29

Menlu Sugiono: Board of Peace Langkah Konkret Wujudkan Perdamaian Gaza

Jumat, 23 Januari 2026 | 09:17

Selengkapnya