Berita

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim/RMOL

Dunia

MUI Kutuk Penahanan Kapal Madleen, Bukti Sikap Stubborn Israel

SELASA, 10 JUNI 2025 | 13:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras penahanan kapal kemanusiaan Madleen oleh militer Israel yang dianggap sebagai tindakan tidak bermoral dan bertentangan dengan prinsip kemanusiaan serta hukum internasional.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim menegaskan bahwa insiden tersebut menunjukkan sikap keras kepala (stubborn) Israel yang semakin mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

“Israel dan juga Amerika sudah stubborn atau keras kepala. Penangkapan kapal kemanusiaan Madleen sekali lagi membuktikan sikap stubborn ini," kata Sudarnoto dalam sebuah pernyataan, Selasa, 10 Juni 2025. 


Dia mengecam keras penahanan Israel terhadap kapal kemanusiaan Madleen dan mendorong negara lain untuk ikut mengutuk tindakan tidak terhormat tersebut. 

"Saya atas nama MUI menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Israel adalah tindakan yang sangat tidak terhormat; harus dikecam oleh negara manapun yang cinta dan pembela kemanusiaan dan perdamaian,” ujar Sudarnoto.

Menurut Sudarnoto, situasi di Gaza kini sudah berada pada titik kritis dan memerlukan langkah konkret dari komunitas internasional. Ia menyoroti pentingnya pendekatan komprehensif, mulai dari jalur politik, diplomatik, hukum hingga kemanusiaan, untuk menghentikan tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung.

“Berbagai upaya politik, diplomatik, hukum, militer sudah dan harus terus dilakukan secara lebih terukur. Upaya kemanusiaan melalui berbagai jalur juga terus diupayakan oleh banyak pihak. Karena itu krisis dan tragedi politik serta kemanusiaan yang terjadi di Gaza harus dihentikan,” tegasnya.

Sudarnoto juga berharap KTT Palestina yang akan digelar di New York dalam waktu dekat mampu menghasilkan langkah konkret dan efektif untuk mengakhiri krisis.

“Saya berharap KTT tentang Palestina di New York benar-benar membuahkan hasil maksimal, memaksa semua pasukan Israel keluar dari tanah Palestina, tahanan warga Gaza dibebaskan, bantuan kemanusiaan seluruhnya bisa sampai dan diterima warga Gaza, permanent ceasefire benar-benar efektif, dan kemerdekaan Palestina terwujud," kata dia.

Kapal bernama Madleen yang ditumpangi Greta Thunberg dan aktivis lainnya kehilangan kontak pada Minggu sore waktu setempat, 8 Juni 2025 setelah pasukan Israel dikabarkan menaiki kapal tersebut. 

Kapal Madleen diketahui tengah dalam misi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan penting ke wilayah Gaza yang hingga kini masih berada dalam krisis akibat konflik berkepanjangan. 

Menurut sejumlah laporan, kapal yang membawa relawan dan bantuan medis itu dicegat oleh militer Israel saat melintasi perairan internasional di Laut Mediterania, meskipun telah diketahui misi kapal bersifat non-militer dan kemanusiaan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya