Berita

Profesor Siti Zuhro/RMOL

Politik

Prof. Siti Zuhro:

Jokowi Jangan Anggap Bodoh Masyarakat Indonesia

SELASA, 10 JUNI 2025 | 12:33 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pakar ilmu politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Profesor Siti Zuhro tidak sependapat dengan Joko Widodo yang menyebut pemakzulan harus sepaket.

Prof Siti Zuhro meminta Jokowi untuk tidak menganggap masyarakat Indonesia bodoh dengan mengeluarkan pernyataan yang kontra dengan aturan konstitusi. 

“Ini kan kita harus berpikir rasional ya, audiens kita itu jangan dianggap bodoh gitu loh, berpendidikan ya. Rasional gitu ya, ada presiden, ada wakil presiden, ini salah satu yang berbeda gitu ya,” kata Prof Siti Zuhro kepada RMOL, Selasa, 10 Juni 2025.


Menurutnya, tidak ada aturan di mana wakil presiden membuat kesalahan maka presiden juga harus mundur. Ia meminta Jokowi tidak lagi ikut campur dalam mengatur negara karena sudah tidak lagi menjadi presiden.

“Jadi, ilustrasinya adalah memang kalau wakil presiden mundur, presidennya juga harus mundur. Nggak ada tuh presiden yang seperti itu, jangan bikin-bikin lah. Ini orang memang ahli banget kotak-atik gitu, cawe-cawe otak-atik gitu,” jelasnya.

Ia menganalogikan dengan peristiwa di mana Bung Hatta memilih mundur dalam pemerintahan, tanpa harus mengajak Bung Karno untuk mundur. 

Pasalnya, mundurnya Bung Hatta maupun Gus Dur kala itu, merupakan keputusan masing-masing. 

Demikian pula halnya pemakzulan, jika salah satu pemimpin negara berbuat kesalahan, maka tidak harus sepaket mengundurkan diri. 

“Nah, itu keputusan orang dewasa gitu loh. Nah, semua kesalahan yang dilakukan, jadi kesalahan-kesalahan yang dilakukan, baik itu oleh presiden maupun wakil presiden, menjadi tanggung jawabnya, itu masing-masing,” ucapnya.

Prof Siti Zuhro juga mengingatkan Jokowi bahwa masyarakat Indonesia banyak yang cerdas dan mengedepankan logika berpikir terkait aturan konstitusi yang berlaku. 

“Lihatlah, masyarakat Indonesia itu punya logika, punya otak gitu ya. Jadi, kalau presidennya oke, (seperti) Gus Dur mundur, apa juga wakil presidennya harus mundur? Nggak juga gitu loh. Jadi entitas sendiri-sendiri,” tutupnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya