Berita

Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI sekaligus Anggota Komisi II Fraksi PKS, Mardani Ali Sera/Net

Politik

Indonesia Diundang KTT G7, BKSAP Dorong Suarakan South to South

SELASA, 10 JUNI 2025 | 12:14 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima undangan resmi untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 yang akan digelar pada pertengahan Juni 2025 mendatang.

Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI sekaligus Anggota Komisi II Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, mengapresiasi undangan tersebut. Menurutnya, undangan tersebut sebagai bentuk pengakuan terhadap peran strategis Indonesia dalam kancah global.

“Saya mengapresiasi Presiden Prabowo yang telah mendapat undangan secara resmi ke KTT G7. Hal ini menunjukkan bahwa posisi Indonesia semakin diperhitungkan oleh negara-negara maju,” ujar Mardani dalam keterangan resminya, Selasa Juni 2025. 


Mardani menilai, kehadiran Indonesia dalam forum negara-negara maju seperti G7 merupakan momentum strategis untuk menyuarakan kepentingan Indonesia serta negara-negara berkembang. 

Menurutnya, forum ini harus dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan kuat dari Koalisi South to South terkait pentingnya sistem perdagangan dunia yang bebas hambatan tarif guna mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi global.

“Undangan ke KTT G7 bisa menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi global dengan mendorong peningkatan arus perdagangan dan investasi dari negara-negara G7 ke Indonesia secara konkret dan saling menguntungkan,” kata Politikus PKS ini.

Selain isu perdagangan, Mardani juga menyoroti pentingnya Indonesia mengangkat isu Palestina secara tegas di forum tersebut. Ia mendorong agar pemerintah kembali menyerukan solusi dua negara dan menunjukkan posisi Indonesia yang konsisten dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

“Pertemuan KTT G7 adalah ruang yang strategis untuk kembali menyerukan solusi dua negara. Kita harus menjadi suara bagi keadilan dan kemerdekaan Palestina di berbagai forum dunia,” tegas Mardani.

Lebih jauh, Mardani menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari diplomasi aktif Indonesia yang berimbang dan berpihak pada kepentingan nasional serta solidaritas global.

“Langkah ini sebagai bentuk nyata diplomasi Indonesia yang aktif, berimbang, dan berpihak pada kepentingan nasional serta solidaritas global,” tutup legislator Dapil DKI Jakarta I tersebut.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya