Berita

Ilustrasi pengamen ondel-ondel/Ist

Nusantara

Bamus Betawi:

Ondel-ondel untuk Mengemis Melecehkan Seni Budaya

SENIN, 09 JUNI 2025 | 23:01 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Riano P Ahmad menyoroti maraknya pengamen ondel-ondel yang meminta-minta di jalanan. Ia mengaku keberatan jika ikon budaya kebanggaan masyarakat Betawi itu disalahgunakan untuk mengemis.

Riano yang juga Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta ini mengaku mendukung langkah Gubernur DKI Pramono Anung yang melarang penggunaan ondel-ondel untuk mengamen di jalanan.

Menurut dia, kebijakan tersebut sebagai langkah tepat dalam rangka menjaga marwah ondel-ondel sebagai ikon budaya Betawi.


“Ondel-ondel itu merupakan ikon dari Budaya Betawi. Namanya ikon, wajib ditempatkan kepada tempatnya, bukan dijadikan hal-hal yang pada akhirnya membuat estetika kurang baik,” kata Riano dikutip dari laman DPRD DKI Jakarta, Senin 9 Juni 2025.

Politikus Partai NasDem itu mengatakan, pemanfaatan ondel-ondel untuk mengamen justru merendahkan nilai seni dan budaya yang terkandung dalam kesenian khas Betawi.

Karena itu, Riano menyambut baik langkah pembinaan hingga penindakan terhadap pihak-pihak yang dinilai telah menyalahgunakan ikon budaya tersebut.

Berdasarkan hasil pengamatan dan penertiban yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), ungkap Riano, sebagian besar pengamen ondel-ondel bukan berasal dari Jakarta.

Hal itu, sambung dia, makin memperkuat urgensi untuk menjaga otentisitas ondel-ondel sebagai simbol budaya lokal.

“Ini (ondel-ondel) merupakan ikon Budaya Betawi yang tidak bisa disalahgunakan atau, dalam tanda kutip, dilecehkan,” kata Riano.

Riano menambahkan, perlu pendekatan edukatif. Terutama kepada kalangan remaja yang kerap terlibat dalam praktik ngamen Ondel-ondel.

Ia menekankan agar para pelaku pengamen ondel-odel diberi pemahaman bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan semangat pelestarian budaya.

“Pelakunya kebanyakan anak-anak, remaja. Maka perlu ada pembinaan, edukasi,” pungkas Riano.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya