Berita

Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto/Net

Politik

Bacaan Pengamat

PDIP Punya Tugas Besar Menjaga Prabowo dari Jokowi

SENIN, 09 JUNI 2025 | 21:36 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) punya tugas penting untuk menekan dominasi pengaruh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo jika ingin bergabung ke koalisi pemerintahan Prabowo Subianto. 

Founder Citra Institute, Yusak Farchan menilai, isu PDIP akan bergabung koalisi pemerintahan Presiden Prabowo masih dalam tataran wacana saja.

Sebab menurutnya, sikap Prabowo yang terlihat di muka publik belum tegas akan menerima PDIP sebagai salah satu anggota koalisi di pemerintahan.


"Yang dilakukan Prabowo saat ini baru dalam fase menjaga keseimbangan politik dengan Jokowi dan PDIP," ujar Yusak kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin, 9 Juni 2025.

Ia menduga masih ada negosiasi politik yang belum deal dengan Presiden Prabowo. Bacaan Yusak, ada kontrak politik PDIP untuk menghapus pengaruh Jokowi di pemerintahan, paling tidak sampai masa pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) 2029 terlaksana.

"Jadi kalau sudah gabung, saya kira PDIP akan komit. Tapi PDIP tampaknya punya tugas besar menjaga Prabowo setidaknya hingga akhir 2029," tuturnya.

Oleh karena itu, ia meyakini PDIP punya tugas utama jika masuk pemerintahan Prabowo, yakni menyingkirkan pengaruh Jokowi di pemerintahan.

"Garansi PDIP ini penting untuk meminimalisir pengaruh dan kendali Jokowi terhadap pemerintahan Prabowo," pungkas Yusak.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya