Berita

Presiden Prabowo Subianto befoto bersama menteri Kabinet Merah Putih usai pelantikan di Istana Jakarta (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Politik

Menteri LH, Sinergi Kolaborasi Kunci Wujudkan Asta Cita Bukan Saling Menyalahkan!

SENIN, 09 JUNI 2025 | 16:29 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pernyataan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq terkait persoalan izin usaha pertambangan (IUP) PT Gag Nikel dan data dugaan kerusakan lingkungan di Raja Ampat, Papua Barat Daya, dikecam keras.

Analis politik dan pemerhati sosial, Nasky Putra Tandjung menyatakan seyogianya Menteri LH sebagai pejabat publik dan pelayan rakyat bersikap dengan jiwa kesatria dan bijaksana dalam menyampaikan informasi dan data valid serta mencari solusi. Bukan sebaliknya, malah membuat pernyataan yang seakan menyudutkan dan menyalahkan kementerian lain.

"Pertanyaannya kenapa baru ngotot bersikap setelah viral? Selama ini kemana saja Bapak Menteri LH?" kata Nasky dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Senin 9 Juni 2025.


Menurutnya, sebagai pembantu Presiden tak baik saling menyalahkan satu sama lain yang justru dapat dianggap sebagai pelanggaran kode etik. Saling menyalahkan dapat merusak citra pemerintah, lembaga, memicu konflik, dan menghambat pencapaian Asta Cita Presiden.

"Oleh sebab itu, persoalan di tengah-tengah masyarakat selesaikan dengan baik, sikap yang terbuka, dengan komitmen yang tinggi untuk betul-betul mencari solusi jalan keluar dari masalah terkait," kata Nasky.

Dia menilai Menteri LH sedang memainkan drama politik untuk mencari simpati public dengan mengkambinghitamkan Menteri ESDM yang tentu saja sangat merugikan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kedepannya.

"Seluruh elemen bangsa sebaiknya tidak saling menyalahkan satu sama lain. Kalau ada salah, ya salah semua. Kalau benar ya benar kita semua," tegas Eks PB HMI ini.

Alumni Indef School of Political Economy Jakarta ini mengatakan, dengan semangat sinergi kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil di era demokrasi yang harmonis di Indonesia harus dijaga dan dirawat dengan baik.

Tidak lupa, Nasky mengingatkan, tujuan negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mensejahterahkan kehidupan rakyat. Sekaligus menjaga marwah negara Indonesia di kancah dunia.

Selain itu, kata Nasky yang juga aktivis pemuda nasional, dalam upaya mendukung dan mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo seyogianya seluruh kementerian/lembaga, stake holder, dan elemen masyarakat terus melanjutkan dan memperkuat sinergi kolaborasi dalam kerja-kerja mulia, dedikasi serta berbakti pada NKRI.

"Mewujudkan Asta Cita Presiden bukan dengan kerja perorangan tapi kerja bersama, team work. Jadi sinergi kolaborasi lintas sektor itu menjadi kata kunci agar bersama-sama saling membantu dan bergotong-royong untuk saling melengkapi satu sama lain," ucap dia.

Dengan semangat sinergi kolaborasi, koordinasi, dan kerja sama team work antar kementerian/lembaga, stake holder dan seluruh elemen masyarakat yang didukung dengan semangat persatuan dan kesatuan bangsa adalah kunci utama penyelenggaraan pemerintahan yang profesional dan berintegritas mendukung dan mewujudkan asta cita Presiden Prabowo dalam mencapai Indonesia Emas 2045.

Di satu sisi, Nasky menyampaikan, sebagai bagian dari elemen masyarakat civil cociety, kami berharap jika ada perbedaan atau persepsi terhadap suatu masalah, selesaikan secara proporsional, dengan berdialog dan bersinergi dan berkoordinasi sesama kementerian terkait.

"Stop membuat pernyataan menjadi bahan saling menyerang, saling nyinyir dan bahkan muncul aneka hoax. Ini bisa menjadi energi negatif yang berbaya bagi persatuan bangsa. Dalam kehidupan demokrasi perbedaan adalah wajar, dan jangan sampai mengganggu stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo. Itu bagian dari etika dalam menjalankan roda Pemerintahan di negeri ini," tandasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya