Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Chevron Angkat Kaki, Venezuela Bakal Naikkan Harga Bensin hingga 50 Persen

SENIN, 09 JUNI 2025 | 08:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Venezuela berencana menaikkan harga bahan bakar hingga 50 persen, menyusul hengkangnya Chevron dan perusahaan minyak lainnya dari negara tersebut.

Dikutip dari Bloomberg, Senin 9 Juni 2025, perusahaan minyak milik negara, PDVSA (Petroleos de Venezuela SA), akan menaikkan harga bensin dari 0,50 Dolar AS (sekitar Rp8.000) menjadi 0,75 Dolar AS (sekitar Rp12.000) per liter.

Beberapa pejabat PDVSA sudah memberi tahu para pengelola pom bensin swasta di beberapa wilayah soal rencana ini. Namun, kenaikan harga ini belum resmi diberlakukan. Pemerintah masih harus mengumumkannya secara resmi melalui media nasional. Meskipun begitu, sudah ada foto-foto harga baru yang tersebar di media sosial.


Venezuela pertama kali menaikkan harga bensin pada tahun 2020, setelah puluhan tahun harga dibekukan. Namun, sejak itu beberapa rencana kenaikan dibatalkan karena banyak warga yang menolak.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintahan Presiden Nicolas Maduro sedang kesulitan mencari sumber pendapatan baru. Apalagi sejak akhir Mei lalu, Chevron, yang merupakan perusahaan minyak terbesar AS, dan perusahaan asing lainnya dilarang beroperasi lagi di Venezuela. 
Pemerintah Amerika Serikat di bawah Donald Trump menilai negara tersebut sebagai "ancaman besar" bagi keamanan nasional AS, sehingga memberlakukan sanksi ekonomi.
Chevron sebelumnya merupakan salah satu penyokong terbesar bagi ekonomi Venezuela. Perusahaan ini menyumbang sekitar 23 persen dari total produksi minyak negara itu dan membantu mendatangkan dolar ke dalam sistem keuangan nasional.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya